Mediaborneo.net, Samarinda – Budaya gotong royong dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi berbagai persoalan kebersihan lingkungan di Kota Samarinda.
Selain mampu menjaga kebersihan kawasan permukiman, kegiatan bersama warga juga diyakini dapat mencegah munculnya masalah lingkungan yang lebih besar di kemudian hari.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menilai semangat kebersamaan masyarakat perlu terus dihidupkan kembali, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurutnya, persoalan sampah dan saluran air yang tersumbat tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah.
“Peran masyarakat sangat penting. Lingkungan yang bersih tidak akan terwujud tanpa adanya keterlibatan warga dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya,” ujar Sani baru-baru ini.
Dia mengatakan, kerja bakti yang dilakukan secara rutin mampu menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.
Selain membersihkan kawasan permukiman, kegiatan tersebut juga dapat mendeteksi berbagai potensi masalah seperti tumpukan sampah maupun drainase yang mulai tersumbat.
“Melalui gotong royong, warga bisa mengetahui kondisi lingkungannya secara langsung. Permasalahan yang muncul bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius,” katanya.
Menurut Sani, menurunnya budaya gotong royong di sejumlah kawasan perkotaan menjadi tantangan tersendiri yang perlu mendapat perhatian.
Padahal, lanjut dia, semangat kebersamaan merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
“Dulu kerja bakti menjadi kegiatan yang rutin dilakukan masyarakat. Nilai-nilai seperti ini perlu kembali diperkuat karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan maupun hubungan sosial antarwarga,” katanya.
Dia menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika atau keindahan kawasan permukiman. Kebersihan juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga.
“Lingkungan yang kotor berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Sebaliknya, lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Sani juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran sejak dari rumah tangga. Dia menilai kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan saluran air harus menjadi bagian dari budaya sehari-hari.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Kesadaran menjaga kebersihan harus dimulai dari rumah, lalu menyebar ke lingkungan sekitar,” tuturnya.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dan tumbuhnya kembali budaya gotong royong, berbagai persoalan lingkungan di Samarinda diyakini dapat ditekan.
Sani berharap warga semakin aktif mengambil peran dalam menjaga kebersihan demi menciptakan kawasan permukiman yang sehat, aman, dan nyaman untuk generasi mendatang.
“Kalau masyarakat bergerak bersama, menjaga kebersihan akan menjadi lebih mudah. Inilah kekuatan gotong royong yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (ADV/DPRD Samarinda)












