Mediaborneo.net, Samarinda – Aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang belum termanfaatkan secara optimal kini menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kota Samarinda.
Daripada dibiarkan menganggur, aset-aset tersebut dinilai lebih baik dikelola menjadi sumber pendapatan baru melalui Perumda Varia Niaga.
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan masih banyak aset daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun belum memberikan manfaat bagi keuangan daerah. Kondisi itu, menurutnya, harus segera diubah melalui langkah bisnis yang terukur.
“Kalau ada aset yang hanya diam, tentu sayang. Aset itu seharusnya bisa menghasilkan dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujar Iswandi.
Menurut dia, optimalisasi aset menjadi salah satu solusi yang paling memungkinkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa harus menaikkan pajak maupun retribusi kepada masyarakat. Karena itu, DPRD Samarinda mendorong Perumda Varia Niaga mengambil peran lebih besar sebagai pengelola aset milik pemerintah.
“Tujuan kami bukan mencari beban baru untuk masyarakat, tetapi memaksimalkan potensi yang sudah dimiliki pemerintah,” katanya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Komisi II berencana menggelar pembahasan bersama Badan Pengelola Keuangan dan Daerah (BPKAD), Perumda Varia Niaga, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Forum itu akan difokuskan pada pendataan aset yang belum produktif sekaligus mencari peluang usaha yang layak dikembangkan.
“Kami ingin semua aset dipetakan. Setelah itu kita tentukan mana yang bisa segera dimanfaatkan dan bagaimana model bisnisnya agar tetap sesuai aturan,” kata Iswandi.
Dia menilai kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar pengelolaan aset tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar menghasilkan dampak terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Kami tidak ingin pembahasannya hanya selesai di atas meja. Harus ada tindak lanjut yang benar-benar menghasilkan,” tegasnya.
Di tengah upaya tersebut, DPRD Samarinda juga mengapresiasi performa Perumda Varia Niaga yang dinilai terus menunjukkan perkembangan. Hal itu terlihat dari peningkatan setoran perusahaan kepada pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.
“Setoran perusahaan terus meningkat. Tahun 2024 sekitar Rp400 juta, tahun 2025 naik menjadi Rp500 juta, dan tahun ini sudah mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Ini menunjukkan arah yang baik,” ungkapnya.
Meski demikian, Iswandi mengingatkan bahwa pencapaian tersebut belum mencerminkan seluruh potensi yang dimiliki perusahaan daerah.
Dia melihat masih banyak peluang yang dapat digarap, baik melalui pengembangan unit usaha yang telah berjalan maupun pemanfaatan aset baru.
“Potensinya masih jauh lebih besar. Tinggal bagaimana keberanian perusahaan melakukan inovasi dan menangkap peluang yang ada,” ujarnya.
Saat ini Perumda Varia Niaga mengelola berbagai bidang usaha, mulai dari layanan ASIS, pengelolaan parkir, kos syariah, hingga peternakan ayam petelur. Selain itu, sektor jasa di kawasan Sungai Mahakam juga masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar perusahaan.
“Potensi Mahakam tetap harus diperkuat, tetapi jangan berhenti di situ. Perusahaan harus mulai membuka sumber pendapatan baru dari aset-aset lain yang dimiliki pemerintah,” kata Iswandi.
Dia menegaskan keberadaan Perumda Varia Niaga bukan hanya sebagai badan usaha yang mengejar keuntungan, melainkan juga sebagai instrumen pemerintah dalam memperkuat ekonomi daerah dan mendukung pengendalian inflasi.
“Kalau aset daerah bisa bekerja maksimal, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui meningkatnya PAD dan semakin kuatnya kemampuan fiskal daerah,” pungkas Iswandi. (Adv/DPRD Samarinda)












