Mediaborneo.net, Samarinda – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Samarinda dinilai perlu mendapat ruang lebih besar dalam berbagai kegiatan yang mengundang keramaian masyarakat. Mulai dari Car Free Night, pertandingan sepak bola, hingga berbagai event lainnya, keberadaan UMKM diharapkan ikut menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, mengatakan pelibatan UMKM tidak seharusnya hanya dilakukan pada kegiatan tertentu. Menurutnya, setiap event yang berpotensi mendatangkan banyak masyarakat dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produknya.
“Jadi saya pikir itu yang saya harapkan, termasuk tempat-tempat yang sudah kita buat, seperti Car Free Night dan sebagainya,” kata Sani, belum lama ini.
Dia menilai kegiatan yang menghadirkan keramaian semestinya turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Event olahraga maupun kegiatan hiburan, kata dia, bisa menjadi pasar potensial bagi UMKM Samarinda.
“Ada pertandingan sepak bola, ada event-event apa pun itu yang mengundang keramaian, saya berharap UMKM dilibatkan,” ujarnya.
Menurut Sani, semakin banyak kegiatan yang membuka ruang bagi UMKM, semakin besar pula kesempatan pelaku usaha untuk berkembang. Tidak hanya dari sisi omzet, tetapi juga dalam membangun jaringan pelanggan dan memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kalau ada keramaian, UMKM sebaiknya jangan sampai tidak dilibatkan. Itu bisa menjadi kesempatan mereka untuk berjualan dan berkembang,” tuturnya.
Selain persoalan pelibatan UMKM, Sani juga menyoroti masalah parkir yang kerap menjadi keluhan masyarakat ketika menghadiri sejumlah kegiatan. Dia berharap pengelolaan parkir dalam event yang melibatkan banyak orang dapat ditata dengan lebih baik.
“Tambah satu lagi kalau bisa, parkir dirapikan karena banyak yang mengeluh masalah parkir,” ungkapnya.
Menurut dia, penataan parkir menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan sebuah event. Ketika akses kendaraan dan lokasi parkir tertata, masyarakat akan merasa lebih nyaman untuk datang dan menikmati kegiatan.
“Jangan sampai orang mau datang ke event justru bingung parkirnya di mana,” katanya.
Sani juga mendorong adanya pelatihan yang lebih rutin bagi pelaku UMKM. Pelatihan dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan berdagang, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“UMKM sebaiknya diadakan pelatihan-pelatihan,” tegasnya.
Dia berharap program pembinaan tersebut dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha dengan kemampuan dan kreativitas yang kuat. Dari proses pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan, menurutnya, bukan tidak mungkin akan muncul talenta-talenta baru dari kalangan pelaku UMKM Samarinda.
“Dari pelatihan-pelatihan itu nanti muncullah talent-talent,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)










