Umroh 32 Hari Mudah Ke Baitullah Jadi Buruan Jamaah

Mediaborneo.net, Samarinda –   Minat masyarakat terhadap program umroh 32 hari dengan Arbain terus meningkat. Program yang ditawarkan Mudah Ke Baitullah (MKB) bahkan menjadi paket terlaris karena memberikan kesempatan bagi jamaah untuk beribadah lebih lama di Tanah Suci sekaligus merasakan pengalaman spiritual yang lebih mendalam.

CEO Mudah Ke Baitullah, Sujianto, mengatakan, paket umroh 32 hari menjadi pilihan utama jamaah karena menghadirkan program Arbain yang banyak diidamkan umat Muslim.

“Paket umroh yang saat ini best seller adalah umroh 32 hari dengan program Arbain. Program ini menjadi favorit jamaah karena mereka memiliki waktu lebih panjang untuk beribadah dan merasakan suasana Madinah maupun Makkah secara lebih maksimal,” ujar Sujianto.

Tidak hanya menawarkan program reguler, Mudah Ke Baitullah juga rutin memberangkatkan jamaah setiap bulan dengan tema perjalanan yang berbeda. Beragam program edukatif dan wisata religi menjadi nilai tambah yang membuat calon jamaah memiliki banyak pilihan.

“Setiap bulan kami juga memberangkatkan jamaah dengan tema berbeda seperti Manasik Haji, Berkuda, Thaif hingga Al Ula. Kami ingin jamaah mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, bukan sekadar menjalankan ibadah umroh,” katanya.

Selain paket 32 hari, Mudah Ke Baitullah juga menghadirkan paket umroh 16 hari hotel pelataran yang menyasar pensiunan dan keluarga. Paket ini menjadi salah satu pilihan favorit karena menawarkan harga ekonomis dengan durasi ibadah yang relatif panjang.

“Paket umroh 16 hari dengan hotel pelataran sangat diminati oleh pensiunan dan keluarga. Dengan harga yang sangat ekonomis, jamaah tetap mendapatkan waktu ibadah yang lama karena kami memangkas beberapa aspek non essential tanpa mengurangi kenyamanan selama perjalanan,” jelas Sujianto.

Melihat tingginya minat masyarakat terhadap destinasi wisata halal internasional, Mudah Ke Baitullah kini juga memperluas layanan melalui peluncuran sister brand yang fokus menggarap perjalanan di luar program umroh maupun umroh plus.

“Kami sedang meluncurkan sister brand untuk menggarap layanan di luar umroh atau umroh plus. Saat ini destinasi yang sedang hype seperti Kazakhstan dan Uzbekistan menjadi salah satu fokus pengembangan kami,” ungkapnya.

Kemudahan pendaftaran juga menjadi perhatian perusahaan. Jamaah dapat mendaftar secara daring maupun mendapatkan pendampingan langsung dari layanan pelanggan selama 24 jam.

“Jamaah bisa mendaftar langsung melalui website Mudahkebaitullah.com atau dibantu customer service kami selama 24 jam non stop. Selain itu, masyarakat juga dapat bertanya mengenai berbagai fasilitas melalui siaran live TikTok yang kami lakukan secara rutin pada jam-jam tertentu,” tutur Sujianto.

Perkembangan media sosial disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan Mudah Ke Baitullah. Jika sebelumnya mayoritas jamaah berasal dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kini perusahaan telah melayani jamaah dari berbagai wilayah Indonesia.

“Alhamdulillah melalui wasilah media sosial, jamaah kami yang semula hanya berada di area Jawa Tengah dan DIY, saat ini sudah pernah memberangkatkan jamaah dari seluruh pulau besar di Indonesia. Jamaah terjauh bahkan berasal dari Sabang dan Merauke,” katanya.

Sejak berdiri, Mudah Ke Baitullah juga mencatat pertumbuhan jumlah jamaah yang cukup signifikan. Tidak hanya melayani jamaah individu, perusahaan kini juga mengembangkan layanan Business to Business (B2B) untuk membantu agen perjalanan umroh yang sedang berkembang.

“Secara total sejak Mudah Ke Baitullah berdiri, kami telah memberangkatkan sekitar 6.000 hingga 6.500 jamaah. Angka tersebut belum termasuk pemberangkatan B2B yang kami luncurkan untuk membantu agen kecil maupun travel baru agar dapat berkembang bersama,” jelas Sujianto.

Sujianto menegaskan, komitmen utama Mudah Ke Baitullah adalah menjaga transparansi biaya kepada seluruh jamaah. Seluruh komponen biaya dijelaskan sejak awal sehingga tidak ada pungutan tambahan yang mengejutkan di kemudian hari.

“Semua paket kami tidak ada hidden fee yang menjebak. Semua biaya transparan di depan. Apabila paket sudah termasuk perlengkapan maka tidak akan ada pungutan di kemudian hari. Misalnya program tanpa makan, ya tidak akan ada pungutan biaya makan. Intinya kami berusaha memenuhi apa yang menjadi hak jamaah sesuai dengan akad setiap paket,” tutup Sujianto. (Koko/ M Jay)

Share