Mediaborneo.net, Samarinda – Warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dikejutkan dengan kondisi udara berkabut yang menyelimuti hampir seluruh wilayah pada Rabu (16/9/2026).
Kabut terlihat sejak pagi hingga sore dan membuat jarak pandang sejumlah kawasan menjadi terbatas.
Kondisi langit yang putih pucat awalnya membuat sebagian warga mengira Samarinda akan diguyur hujan. Namun, hingga Rabu sore, hujan yang dinantikan tidak kunjung turun.
Memasuki sore, kondisi kabut semakin terlihat. Udara tampak kekuningan, sejumlah gedung terlihat samar, sedangkan matahari tampak merah pucat dari balik kabut.
Jarak pandang dilaporkan berada di kisaran 2-4 kilometer. Kondisi tersebut terjadi ketika kebakaran lahan masih ditemukan di sejumlah wilayah Samarinda. Keberadaan asap menjadi perhatian karena dapat berpengaruh terhadap kualitas udara yang dihirup masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengeluarkan peringatan kualitas udara tidak sehat pada Rabu, 16 September 2026 pukul 16.00 WITA.
Data yang disampaikan menunjukkan PM2.5 berada pada angka 124, masuk kategori tidak sehat pada skala ISPU PM2.5.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan membatasi paparan udara luar, khususnya kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan kualitas udara.
DLH merekomendasikan warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi aktivitas fisik berat di ruang terbuka.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah.
Sementara bagi masyarakat yang berada di dalam rumah, jendela disarankan tetap tertutup. Penggunaan air purifier juga dapat dilakukan apabila tersedia.
Jarak pandang yang terbatas turut menjadi perhatian bagi pengguna jalan di Samarinda. Pengendara kendaraan bermotor diminta menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di tengah kondisi berkabut atau berasap.
Pengendara juga perlu menyesuaikan kecepatan dengan jarak pandang dan kondisi jalan. Perjalanan yang tidak mendesak sebaiknya ditunda apabila jarak pandang semakin terbatas.
Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kualitas udara Samarinda dan kondisi kebakaran lahan di wilayah setempat. (Koko/M Jay)












