Mediaborneo.net, Samarinda – Kenaikan harga BBM non subsidi mendorong Pemerintah Kota Samarinda memperkuat langkah pengendalian ekonomi, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan barang di pasaran.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Neneng Chamelia Shanti, dibahas berbagai dampak lanjutan dari perubahan harga energi terhadap aktivitas distribusi dan biaya operasional. Pemerintah menilai, penyesuaian kebijakan perlu dilakukan agar kondisi pasar tetap terkendali.
“Kenaikan BBM berpengaruh pada distribusi barang dan biaya layanan. Karena itu, pengendalian harus dilakukan secara terpadu agar harga tetap stabil dan masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Neneng, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, sektor transportasi memiliki peran penting dalam rantai distribusi, sehingga perubahan biaya pada sektor ini akan memengaruhi harga barang di tingkat konsumen. Pemerintah kota pun berupaya menjaga keseimbangan antara kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada pelaku usaha kecil dan sektor transportasi yang terdampak langsung oleh perubahan biaya operasional. Pemkot berkomitmen memastikan kebijakan yang diambil tetap memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Asisten II Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy menambahkan, sejumlah langkah teknis telah disiapkan untuk menjaga stabilitas di lapangan. Salah satunya melalui operasi pasar dan penguatan pengawasan distribusi.
“Kami memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap tersedia. Operasi pasar juga dilakukan untuk menjaga harga bahan pokok tetap terjangkau,” ujarnya.
Pemkot juga mendorong kerja sama antar daerah guna menjaga pasokan pangan serta menekan biaya distribusi. Di sisi lain, pengembangan urban farming terus digalakkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.
Pemantauan harga dan stok dilakukan secara rutin di pasar tradisional maupun modern, sementara anggaran belanja tidak terduga disiapkan untuk langkah intervensi jika diperlukan.
Melalui koordinasi lintas sektor dan penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Pemkot Samarinda berupaya memastikan kondisi ekonomi tetap stabil di tengah dinamika harga energi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pasokan, harga, dan kebutuhan masyarakat. (Ret/M Jay)












