Ketua DPRD Samarinda: Organisasi Mahasiswa Cetak Pemimpin Masa Depan

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah. (Koko/Mediaborneo.net)

Mediaborneo.net, Samarinda –   Proses regenerasi di kalangan organisasi mahasiswa dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan pemimpin masa depan daerah.

Karena itu, DPRD Kota Samarinda memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan kaderisasi yang dilakukan organisasi kemahasiswaan, termasuk Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Samarinda.

Hal tersebut mengemuka saat jajaran pengurus GMKI Kota Samarinda melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, didampingi Wakil Ketua DPRD Ahmad Vananzha dan Rusdi, Selasa (2/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, GMKI menyampaikan rencana pelaksanaan pemilihan pengurus baru yang akan digelar pada akhir Juni mendatang.

Agenda tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi yang selama ini terus berjalan di lingkungan mahasiswa.

Bagi Helmi, pergantian kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa bukan sekadar agenda rutin, melainkan proses penting untuk mencetak generasi muda yang siap mengambil peran lebih besar di masa depan.

“Regenerasi dalam organisasi mahasiswa sangat penting. Dari proses itulah lahir kader-kader yang nantinya memiliki pengalaman kepemimpinan dan kemampuan mengelola organisasi,” ujarnya.

Menurut Helmi, pengalaman berorganisasi menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan sosial sekaligus melatih kemampuan mengambil keputusan.

“Organisasi mahasiswa adalah sekolah kepemimpinan. Di sana mereka belajar menyusun program, membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan, hingga memperjuangkan kepentingan masyarakat,” katanya.

Politisi Partai Gerindra itu menilai keberadaan organisasi kemahasiswaan masih sangat relevan di tengah perkembangan zaman. Selain menjadi ruang pengembangan diri, organisasi juga menjadi sarana membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, DPRD Kota Samarinda menyambut baik berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda.

“Kami tentu mengapresiasi setiap kegiatan positif yang dilakukan mahasiswa. Selama memberikan manfaat dan dampak baik bagi masyarakat, kami mendukung,” tegas Helmi.

Meski demikian, dia menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan harus mempertimbangkan kemampuan yang tersedia serta mekanisme yang berlaku.

“Pada prinsipnya kita membantu. Namun tentu harus disesuaikan dengan kemampuan yang ada karena banyak organisasi dan lembaga lain yang juga menyampaikan kebutuhan kegiatan mereka,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, pengurus GMKI juga memaparkan perkembangan organisasi dan berbagai program yang telah dijalankan. Mereka menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Samarinda melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan generasi muda.

Helmi mengaku optimistis terhadap peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kemajuan yang berkelanjutan.

“Saya melihat semangat mereka cukup baik. Mereka ingin terlibat dan berkontribusi terhadap pembangunan Kota Samarinda. Ini tentu menjadi modal yang positif bagi daerah,” ungkapnya.

Dia juga berharap organisasi mahasiswa mampu menjaga semangat kebangsaan dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Mahasiswa harus menjadi contoh dalam menjaga toleransi, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan. Nilai-nilai itu penting untuk terus dirawat,” tuturnya.

Helmi menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimiliki daerah. Oleh sebab itu, pembinaan generasi muda harus menjadi perhatian bersama.

“Kita ingin lahir generasi yang cerdas, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Organisasi mahasiswa memiliki peran besar dalam mewujudkan hal tersebut,” katanya.

Audiensi itu sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif dan organisasi kemahasiswaan dalam menciptakan ruang tumbuh bagi generasi muda yang aktif, kritis, dan berdaya saing.

“Semakin banyak anak muda yang terlibat dalam kegiatan positif, semakin kuat fondasi pembangunan daerah ke depan,” pungkasnya. (ADV/DPRD Samarinda)

Share