Masitah, Sosok Penting Klasifikasi Koleksi DPK Kaltim

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Seiring berkembangnya zaman dan kecanggihan teknologi semakin memudahkan tugas-tugas Pustakawan dalam pengelolaan perpustakaan.

Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim Masitah adalah salah satu Pustakawan yang ada di DPK Kaltim. Banyak “asam garam” yang dirasakannya selama 30 tahun menjadi staf DPK Kaltim. Tentunya bukan waktu sebentar bagi wanita ramah ini untuk mengetahui secara detail bagaimana perpustakaan daerah Kaltim.

Saat disambangi Mediaborneo.net, Masitah yang saat ini ditempatkan di Bagian Deposit, Pelestarian, Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Daerah Kaltim ini terlihat sangat sibuk mengerjakan tugasnya melakukan klasifikasi koleksi buku.

Di meja kerjanya yang berada di lantai 3 gedung DPK Kaltim, terlihat tumpukan buku yang “menggunung”. Bahkan tumpukan buku lainnya sudah “antri” untuk diklasifikasi. Tumpukan buku juga terlihat di bagian bawah meja kerja Masitah.

Dengan ramah dan hangat, Masitah menyambut kehadiran Mediaborneo.net, sembari menceritakan banyak pengalamannya selama bekerja di DPK Kaltim, mulai pernah ditempatkan di bidang layanan hingga berbagai bidang lainnya. Dia juga memperlihatkan tugas apa saja yang dilakukannya setiap hari.

Masitah mengatakan, pekerjaan Pustakawan saat ini terbilang lebih mudah, dibandingkan Pustakawan di zaman dulu, karena perpustakaan daerah dulunya masih menggunakan sistem kerja manual. Berbeda dengan sekarang, ada banyak aplikasi yang digunakan, sehingga lebih memudahkan.

“Sekarang semua sudah teringritasi dengan komputer, kalau dulu menggunakan katalog manual. Misalnya, kalau yang sekarang ini, ada orang yang mencari contoh tentang Kaltim, kita mencari dengan cara pendekatan secara subjek di katalog subjek tentang yang dibutuhkan. Bedanya kalau manual, kita harus mencari di user dulu dan memerlukan waktu yang agak lama,” terangnya.

“Sekarang kan canggih, tinggal buka saja di aplikasi Opak muncul semua, memudahkan pencarian, baik dari kita maupun pengunjung. Itu semua tugas dari fungsional petugas perpustakaan yang mengkatalog, mengklasifikasi dan saya sementara untuk mengklasifikasi,” sambungnya.

“Mengklasifikasi ini untuk menentukan kelas koleksinya apa saja. Misalnya klasifikasi tentang komputer, nah itu ada cara menentukan subjek seperti apa dan sebagainya,” katanya lagi.

Ditanya mengenai banyaknya tumpukan buku di meja kerjanya, Masitah menyebut, bahwa buku-buku tersebut menunggu antrian untuk klasifikasi.

“Buku-buku ini siap untuk diklasifikasi, tapi ada juga buku-buku yang divalidasi dan buku-buku yang akan dientry data, makanya menumpuk di sini,” ungkapnya.

Menurut Masitah, proses klasifikasi buku yang dilakukannya dalam sehari bisa mencapai ratusan buku.

“Biasanya ratusan kalau sehari, ini karena bukunya tebal-tebal ya. Untuk buku tebal biasanya sekitar 15 menit,” sebutnya.

Kendati tugas yang dilalui setiap hari tak mudah, namun Masitah tak pernah mengeluh. Dirinya justru mengaku sangat menikmati pekerjaannya sebagai staf di DPK Kaltim.

“Pekerjaan ini tidak pernah saya menyebut ada kendala, harus kita nikmati saja setiap tugas yang diberikan, dijalankan dengan sebaik-baiknya. Bahkan kalau libur atau ada tugas di luar itu jadi rasa kangen ingin kerja, mengerjakan ya tugas kita yang biasa dikerjakan setiap hari seperti ini,” katanya.

Masitah berharap, ke depan DPK Kaltim akan lebih baik lagi dan terus meningkatkan kualitasnya.

“Sebagai salah satu staf yang mengabdi di sini sekian tahun, tentunya kami berharap perpustakaan daerah bisa lebih baik. Adanya peningkatan dibanding yang sebelumnya. Apalagi dengan kepemimpinan pak Syafranuddin ini, beliau memiliki kepedulian yang besar terhadap perpustakaan,” tutupnya. (Adv DPK Kaltim/Oen-Koko/M Jay)

Share