Mediaborneo.net, Samarinda – Polresta Samarinda mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan penyelenggaraan Samarinda Half Marathon 2026.
Imbauan itu disampaikan menyusul munculnya laporan dan keluhan dari sejumlah peserta terkait pembayaran hingga pengambilan race pack yang diduga bermasalah.
Ajang lari bertajuk Samarinda Half Marathon diketahui dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 di kawasan Taman Bebaya, Samarinda, dengan kategori 5K, 10K, dan 21K.
Event tersebut sebelumnya dipromosikan melalui media sosial dan sejumlah platform agenda olahraga lari. Namun, pelaksanaan kegiatan itu menuai polemik setelah peserta mengaku tidak mendapatkan kepastian hingga hari pelaksanaan. Bahkan, muncul dugaan adanya peserta yang menjadi korban penipuan.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai panitia maupun tautan media sosial yang belum terverifikasi.
“Kepala Kepolisian Resor Kota Samarinda mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan kegiatan Samarinda Half Marathon maupun event lainnya,” katanya dalam pernyataan resmi, Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan, masyarakat harus memastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari akun resmi dan panitia yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
“Pastikan informasi yang diterima berasal dari akun dan panitia resmi. Jangan mudah percaya pada tautan, nomor rekening maupun permintaan pembayaran yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Menurut Ilham, masyarakat yang menemukan indikasi penipuan atau telah menjadi korban diminta segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi penyelenggara atau melaporkannya kepada pihak kepolisian.
“Apabila masyarakat menemukan ataupun menjadi korban penipuan terkait pembayaran, pengambilan race pack ataupun hal-hal lain yang berkaitan dengan event Samarinda Half Marathon, masyarakat dapat melaporkan langsung ke Polresta Samarinda melalui SPKT, layanan 110 ataupun SPKT Polsek setempat,” terangnya.
Ia mengatakan, laporan masyarakat akan sangat membantu proses penyelidikan. Karena itu, korban diminta membawa bukti-bukti pendukung.
“Saat membuat laporan, masyarakat diharapkan membawa bukti pendukung berupa tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor telepon yang terlibat dan tautan akun media sosial yang digunakan pelaku,” katanya.
Informasi mengenai Samarinda Half Marathon sebelumnya memang beredar luas di media sosial. Event tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Taman Bebaya Samarinda dengan kategori 5K, 10K dan 21K.
Namun, sejumlah peserta mengaku kecewa lantaran hingga hari pelaksanaan tidak ada kejelasan dari penyelenggara. Sejumlah media lokal juga memberitakan adanya dugaan pembatalan acara secara mendadak yang memicu keresahan para peserta.
Ipda Ilham kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Apabila menemukan indikasi penipuan, segera lakukan konfirmasi melalui kanal resmi penyelenggara atau laporkan kepada polisi. Mari bersama menjadi pengguna media digital yang cerdas dan tidak mudah terjebak informasi palsu,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap event olahraga.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum ataupun panitia yang belum terverifikasi,” tutupnya. (Han/M Jay)












