Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda Soroti Minimnya Sosialisasi Bebaya Mart

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda Novi Marinda Putri menyoroti minimnya sosialisasi program Bebaya Mart yang dilakukan oleh Varian Niaga. Pasalnya, kata dia banyak masyarakat Samarinda yang belum mengetahui adanya program tersebut.

“Kita mengomentari Bebaya Mart yang sosialisasinya kurang dan belum sampai ke masyarakat. Saya sempat protes juga soal itu,” katanya belum lama ini.

Dari penjelasan yang disampaikan Varian Niaga kepada Komisi II DPRD Samarinda, lanjut Novi, mereka beralasan karena saat ini stok dari komoditi telur masih sangat terbatas, sehingga tak gencar melakukan sosialisasi.

“Mereka bilang kewalahan kalau dengan komoditi pangan seperti telur, karena permintaan lebih banyak dari pada kesanggupan ketersediaan komoditi telur di mereka,” terang Novi menirukan apa yang disampaikan oleh pihak Varian Niaga.

“ Juga menurut mereka, karena stok yang ada belum mencukupi, jadi apa yang harus mereka sosialisasikan. Nah ini kejadiannya sama dengan e-parking kemarin,” sambungnya.

Dia menyebut, alasan lain yang disampaikan oleh Varian Niaga adalah, mereka belum memiliki laporan berapa besaran angka yang mampu dioperoleh Varian Niaga untuk disetorkan ke kas daerah.

“Kata mereka ini baru, jadi belum ada laporan yang masuk dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah), karena baru hanya laporan semester 1. Tapi dari laporan semester 1 itu, mereka memiliki laba bersih sekitar Rp 400 miliar sekian, makanya kita tanya, berapa yang masuk ke PAD? Tapi mereka menyampaikan saat ini mereka masih merugi dan akan membenahinya,” ujarnya lagi.

Untuk memastikan itu, Komisi II DPRD Samarinda, kata Novi, akan kembali melakukan evaluasi terhadap kinerja Varian Niaga sebelum akhir tahun 2022.

“Makanya kita tunggu lagi sampai akhir tahun untuk melihat progresnya sudah berapa persen dari hasil mereka yang masuk ke PAD,” tutupnya. (Adv/Koko/Oen).

Share