Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sesuai SNP

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim terus berupaya meningkatnya minat baca masyarakat dengan menggunakan literature di perpustakaan. Untuk itu, peningkatan kualitas Pustakawan sebagai pengelola perpustakaan juga harus ditingkatkan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

Menggandeng BPSDM Kaltim dan Pusdiklat Perpusnas RI, DPK Kaltim menggelar kegiatan Pelatihan Kepala Perpustakaan Sekolah se-Kaltim, di Hotel Horison Samarinda, Senin (31/10/2022).

“Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pengelola perpustakaan terutama sekolah, kerjasama dilakukan dengan BPSDM dan Pusdiklat Perpusnas RI sehingga hasilnya tidak diragukan,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah HM Syafranuddin.

Dalam laporannya kepada Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat, Cristianus Benny yang mewakili Wagub Hadi Mulyadi, HM Syafranuddin menyebut, kegiatan pelatihan tersebut sebenarnya hanya diperuntukkan bagi 40 peserta. Tapi rupanya animo peserta sangat tinggi, hingga banyak diantaranya yang tidak bisa ikut karena keterbatasan kuota.

“Ada puluhan yang meminta dapat diikutsertakan dalam pelatihan. Ini menandakan betapa tingginya minat masyarakat untuk mengelola perpustakaan dengan baik,” ucapnya.

Dijelaskannya, tujuan dari pelatihan adalah guna mewujudkan kualifikasi dan kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah sesuai SNP, yang mencakup 4 bagian yakni Manajerial, Pengelolaan Informasi Kependidikan, Kepribadian Sosial dan Pengembangan Profesi. Sementara pelaksanaan pelatihan murni menggunakan alokasi anggaran dari APBD Perubahan tahun 2022.

“Peserta akan dididik selama 11 hari atau selama 120 jam pelajaran,” bebernya seraya menambahkan tim pelatih terdiri Pusdiklat Pepustakaan Nasional RI dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim.

HM Syafranuddin berharap, pelatihan tersebut dapat menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan pengelola perpustakaan, sehingga bisa berdampak terhadap jumlah akreditas perpustakaan di Kaltim.

Saat ini, kata dia, dari 2.775 perpustakaan yang ada baru 191 perpustakaan berakreditas sesuai standar perpustakaan nasional.

“Bahkan ada kabupaten yang belum mempunyai perpustakaan umum, hal ini menjadi PR kami bagaimana bisa terwujud karenanya kami memotivasi daerah yang belum ada perpustakaan daerahnya segera membentuk demi meningkatkan kualitas SDM Kaltim Berani Untuk Berdaulat,” tutupnya. (Adv81/Koko/Oen)

Share