Update Tabrak Lari di Samarinda, Polisi Ungkap Pengakuan Pelaku

Mediaborneo.net, Samarinda –   Perkembangan terbaru kasus tabrak lari Samarinda kembali diungkap polisi. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat melarikan diri karena panik setelah didatangi dua pria tak dikenal.

IPDA Mat Bahri, personel Pamapta 1 Polresta Samarinda, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Awalnya kami menerima informasi adanya tabrak lari dan memang benar terjadi. Dari pendataan sementara, korban kurang lebih ada 10 orang, mulai dari Rapak Dalam hingga Jalan HM Rifadin,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, pelaku sempat melarikan diri hingga ke wilayah Samboja sebelum akhirnya kembali ke Samarinda dan diamankan di Jalan AW Syahrani oleh relawan.

“Pelaku mengaku panik setelah ada dua pria tidak dikenal menggedor kaca mobilnya saat berhenti di Indomaret Jalan PMI. Karena takut, dia langsung tancap gas,” lanjutnya.

Berdasarkan penelusuran, aksi tabrak lari beruntun di Samarinda ini bermula sekitar pukul 22.00 WITA dari arah Sempaja. Pelaku yang mengendarai mobil Terios putih KT 1576 CK melaju dengan kecepatan tinggi dan mulai menabrak sejumlah pengendara motor.

Titik awal kecelakaan dilaporkan terjadi di Jalan M Yamin.
Alih-alih berhenti, pelaku terus melarikan diri ke arah Jalan P Antasari. Warga yang geram sempat mencoba menghentikan kendaraan di kawasan Tepian Mahakam, namun pelaku kembali lolos.
Aksi berlanjut ke kawasan Rapak Dalam hingga Stadion Palaran. Di jalur ini, jumlah korban bertambah dan beberapa di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Petugas lalu lintas yang menerima laporan langsung menuju lokasi, khususnya di Jalan HM Rifadin, untuk mendata korban dan mengamankan situasi.

Dalam pelariannya, pelaku sempat terpantau berada di kawasan Samboja sekitar pukul 01.40 WITA. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku keluar dari mobil sebelum dijemput kendaraan lain.

Namun tak lama kemudian, pelaku kembali bergerak menuju Samarinda melalui Jalan AW Syahrani dengan kecepatan tinggi, memicu kekhawatiran warga.

Aksi pelarian berakhir sekitar pukul 03.40 WITA setelah relawan berhasil mengamankan pelaku di sekitar Masjid Al Ikhlas, Jalan AW Syahrani.
Untuk menghindari amukan massa, pelaku langsung dibawa ke Polsek Samarinda Ulu sebelum diserahkan ke Unit Laka Lantas Polresta Samarinda.

Pelaku diketahui merupakan warga asli Samarinda yang kini bekerja di salah satu rumah sakit di luar daerah.

Saat ini, polisi masih mendalami motif lengkap di balik kecelakaan Samarinda tersebut, termasuk kondisi pelaku saat mengemudi.

Pihak kepolisian juga memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis, sementara proses hukum terhadap pelaku terus berjalan. (Han/M Jay)

Share
Exit mobile version