DPRD Samarinda Soroti Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah.

Mediaborneo.net, Samarinda –   Luas lahan yang terbakar di Kota Samarinda mencapai 608,18 hektare hingga awal Oktober 2026. Besarnya area terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini menjadi perhatian serius, terutama karena kondisi lingkungan yang kering masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman tersebut. Ia meminta warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memunculkan titik api.

Menurut Helmi, pemilik lahan perkebunan maupun persawahan perlu lebih berhati-hati ketika melakukan kegiatan pembersihan lahan. Penggunaan api tanpa pengendalian berisiko menimbulkan kebakaran yang dapat merambat ke kawasan sekitarnya.

“Imbauan kepada seluruh masyarakat Kota Samarinda agar menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Helmi, Jumat (9/10/2026).

Helmi menekankan, pencegahan karhutla perlu dimulai dari kesadaran setiap warga. Kebakaran tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan petugas pemadam, sebab aktivitas masyarakat juga dapat memengaruhi tingkat kerawanan di lapangan.

Dia mengingatkan agar warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Terlebih, kondisi tanah dan vegetasi yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila tidak segera dikendalikan.

Kehati-hatian menjadi bagi pemilik lahan menjadi hal penting sebelum melakukan aktivitas yang melibatkan api. Risiko kebakaran perlu diperhitungkan agar kegiatan pengelolaan lahan tidak berujung pada kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Selain menghindari pembakaran, masyarakat juga diharapkan lebih tanggap ketika menemukan tanda-tanda kebakaran. Pelaporan sejak dini dapat membantu petugas mengetahui lokasi kejadian dan melakukan penanganan sebelum api meluas.

Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di sejumlah wilayah. Namun, upaya penanggulangan tersebut membutuhkan dukungan masyarakat, terutama dalam mengurangi potensi munculnya sumber api baru.

Di tengah tingginya kerawanan kebakaran, Helmi berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi kekeringan. Meski demikian, warga tetap diminta menjaga kewaspadaan dan tidak bergantung sepenuhnya pada perubahan cuaca.

Luas lahan terbakar yang telah mencapai 608,18 hektare menjadi pengingat bahwa pencegahan tidak dapat ditunda sampai kebakaran terjadi. Helmi kembali mengajak masyarakat menjadikan kepedulian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

“Imbauan kepada seluruh masyarakat Kota Samarinda agar menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya. (Adv/DPRD Samarinda)

Share