Mediaborneo.net, Samarinda – Persoalan saluran air dan minimnya penerangan jalan masih menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di Kota Samarinda. Dua fasilitas tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo, menilai kebutuhan pembangunan di tingkat lingkungan perlu dihimpun berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Aspirasi warga menjadi salah satu bahan penting untuk menentukan persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Menurut Arie, masyarakat memiliki pemahaman paling dekat mengenai kondisi lingkungan masing-masing. Karena itu, masukan dari warga perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan arah penanganan pembangunan.
“Persoalan di lingkungan ini yang paling tahu warga sendiri,” ujar Arie Wibowo.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah drainase yang belum berfungsi optimal. Saluran air yang tidak mampu mengalirkan debit hujan dengan baik berpotensi menyebabkan genangan di kawasan permukiman. Penanganannya membutuhkan pemetaan kondisi lapangan agar perbaikan dapat diarahkan pada titik yang membutuhkan penanganan.
Selain drainase, penerangan jalan umum atau PJU juga masuk dalam kebutuhan yang disampaikan masyarakat. Penerangan yang memadai diharapkan membantu meningkatkan kenyamanan warga ketika melintasi jalan lingkungan pada malam hari.
Kebutuhan seperti ini, lanjut Arie, perlu didengar secara langsung agar pembangunan tidak hanya mengikuti perencanaan, tetapi juga memperhatikan persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Makanya penting untuk menyerap apa yang benar-benar dibutuhkan di bawah,” katanya.
Diaa menegaskan, kebutuhan warga tidak terbatas pada satu jenis pembangunan. Setiap lingkungan dapat memiliki persoalan berbeda sehingga penentuan prioritas perlu mempertimbangkan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing kawasan.
Aspirasi yang masuk selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan program pembangunan. Namun, pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah, program yang tersedia, dan kemampuan anggaran.
Arie juga mengingatkan pentingnya melihat kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, bukan semata-mata dari sisi pembangunan fisik.
“Selain Drainase dan PJU, warga juga minta adanya perhatian untuk pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan untuk pemuda dan bantuan untuk pelaku UMKM,” pungkas Arie. (Adv/DPRD Samarinda)












