MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Potensi dan ancaman bahaya kebakaran masih “menghantui” warga Kota Samarinda. Bahkan nyaris setiap hari ada saja kejadian kebakaran.

Banyak faktor yang menjadi penyebab, mulai dari adanya korsleting listrik hingga kelalaian manusia. Selain itu, padatnya pemukiman penduduk juga bisa menyebabkan api dengan mudah cepat menyebar, disamping penyebab lainnya.

Terkait dengan faktor korsleting listrik. Kasus korsleting listrik adalah yang paling banyak dituding sebagai penyebab kejadian kebakaran di Kota Samarinda. Sehingga untuk menghindari hal tersebut diperlukan pengecekan, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala.

Persoalan ini tidak hanya menjadi PR bagi pihak PLN, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna PLN.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda Novan Syahronny Pasie mengatakan, dari hasil investigasi dan laporan yang disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda maupun pihak kepolisian, mayoritas kebakaran disebabkan oleh adanya korsleting listrik. Sehingga masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap sambungan instalasi listrik di rumahnya.

“Hasil investigasi dari teman-teman Dinas Kebakaran dan Polres rata-rata terjadi karena korsleting listrik. Makanya kita anjurkan masyarakat ini melakukan pemeriksaan kembali terhadap kabel instalasi utama. Itu yang penting, ” ujarnya.

Dikatakannya, tak jarang dari masyarakat yang sebenarnya sudah mengetahui bahwa instalasi listrik di rumahnya sudah belasan tahun atau bahkan puluhan tahun belum pernah dilakukan peremajaan, namun hal itu tidak pernah disampaikan kepada pihak PLN.

“Biasanya, akibat sudah tahu atau kadarluarsa kabel instalasi listrik di rumah tapi tidak dilaporkan. Ini yang bahaya, ” katanya.

Novan menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap apapun yang dapat memicu terjadinya bencana kebakaran, salah satunya dengan menggunakan instalasi listrik yang sesuai standar SNI dan sebagainya.

“Hampir sekian banyak bahaya itu dari korsleting listrik, karena kabel sekian tahun tidak pernah diganti. Makanya kita anjurkan kepada masyarakat, agar seperti itu periksa kembali kualitas instalasi listrik di rumah, kalau bisa diganti sesuai standar SNI karena itu ada usia umur produksinya, ” imbuhnya. (Adv/Koko/Oen)

Don`t copy text!