MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting, kendati kasusnya masih terus ada.

Guna benar-benar membahas mengenai persoalan tersebut, Komisi IV DPRD Kota Samarinda lanjutnya, mengelar hearing bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, untuk membahas tindak lanjut kebijakan Pemerintah Kota Samarinda terhadap percepatan dan penurunan angka stunting tersebut.

Dikatakan Deni, data dari DPPKB Kota Samarinda mencatat angka stunting di Samarinda mencapai 25,3 persen. Dari jumlah itu, kasus stunting yang saat ini mendapat perhatian kurang lebih sejumlah 714 anak.

” Dimana Wali Kota mempunyai target di akhir tahun ini jumlah stunting kalo bisa turun dibawah 20 persen, nah nanti di tahun 2024 akhir diharapkan bisa turun lagi di angka 11 persen,” ujarnya.

Dia menyebut, penanganan stunting telah maksimal dilakukan, dalam artian memberikan bantuan asupan gizi, dimana memberikan pendampingan makanan selama kurang lebih 3 hingga 6 bulan kedepan.

“Salah satu bantuannya adalah memberikan telur satu piring kepada anak-anak itu tadi yang diduga stunting, nah ini salah satu percepatan yang dilakukan pemerintahan kota untuk menurunkan angka stunting itu tadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berpesan kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), bahwa bukan hanya penanganan saja tapi, pencegahannya juga harus berjalan beriringan.

“Jangan sampai kita menangani yang ada, tapi tidak tidak mencegah yang akan datang. Saya sampaikan tadi terutama itu dari pendampingan calon pengantin ketika mau menikah jadi, tahapan ini betul-betul harus dijaga,” tandasnya. (Koko/M. Jay/Adv/DPRD Samarinda)

Don`t copy text!