MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor menjamin stok minyak goreng di Kaltim aman hingga lebih Ramadan ini.

“Khusus minyak goreng, tidak usah khawatir. Tugas kami membantu pak Gubernur untuk menjaga stabilitas ketersediaan. Itu cukup hingga 53 hari ke depan, bulan puasa, insyaallah aman,” ujar Robyan ditemui usai menghadiri hearing bersama Komisi II DPRD Kaltim, Selasa (1/3/2022).

Dia membeberkan, rantai distribusi minyak goreng di Kaltim berasal dari non anggota APRINDO yang memiliki sebanyak 113 toko. Kemudian dari anggota non APRINDO, minyak goreng didistribusikan ke swalayan, anggota APRINDO dan konsumen.

Sementara, swalayan juga mendapat jatah dari produsen yang dibagi dengan pedagang besar dan distributor.

Sedang distribusi minyak goreng dari distributor diberikan kepada pedagang kecil dan pedagang besar, sebelum akhirnya didistribusikan ke pengecer.

Diakuinya, stok minyak goreng dipastikan tersedia di pasar-pasar moderen. Sementara untuk pasar-pasar tradisional, harus mengikuti regulasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Yakni, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 3 Tahun 2022 terkait kebijakan minyak goreng satu harga dan Permendag Nomor 6 Tahun 2022 terkait harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng.

“Memang di pasar moderen, supermarket dan minimarket aman. Tapi untuk pasar rakyat perlu adaptasi, karena dinamika aturannya ada di Permendag Nomor 3 dan Nomor 6,” katanya.

Kembali dia menjelaskan, berdasarkan peta distribusi kuota minyak goreng per 25 Februari 2022, sebanyak 7 kabupaten/kota dipastikan aman. Yaitu, Kabupaten Berau mendapat kuota 91,228 liter dengan 4 jumlah distributor atau pedagang. Kabupaten Kutai Timur atau Sangatta mendapat kuota 2,208 liter dengan 2 distributor atau pedagang. Kota Bontang mendapatkan kuota 2,844 liter dengan 3 distributor atau pedagang.

Dilanjutkannya, Kabupaten Kutai Kartanegara mendapatkan kuota 52,071 liter dengan 49 distributor atau pedagang. Kota Samarinda mendapatkan kuota 1,099,362 liter dengan 77 distributor atau pedagang. Kota Balikpapan mendapat kuota 421,823 liter dengan 54 distributor atau pedagang. Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat kuota 760 liter dengan 2 distributor atau pedagang.

Dengan adanya peta distribusi minya goreng di kabupaten/kota di Kaltim Robyan Noor memastikan stok minyak goreng aman. Namun dia juga menegaskan, jika ada pihak-pihak yang sengaja melakukan penimbunan minyak goreng, maka pihaknya akan tegas memberikan sanksi.

Terlebih kata dia, distribusi minyak goreng di Kaltim mendapat perhatian khusus oleh 3 pejabat pusat, yakni Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang memastikan suplai barang. Dirjen Konsumen dan Tertib Niaga serta Dirjen Luar Negeri.

“Untuk minyak goreng tidak usah khawatir, kami juga di lapangan ada tim pengawas. Jika ditemukan ada penimbunan, maka kami sangsi. Dan itu sudah ada yang kami tindak juga kemarin, untuk memberikan shock terapi,” katanya.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!