MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – DPRD Kaltim mendorong dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Kaltim.

Hal itu disampaikan melalui pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Kaltim, melalui sidang Paripurna DPRD Kaltim ke-3 yang dilaksanakan di ruang rapat Gedung D lantai 6, Rabu (12/1/2022).

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, pihaknya sepakat untuk dibentuk Pansus tersebut untuk merancang rencana dan program strategis kepariwisataan di Kaltim.

“Kalau pandangan umum fraksi tadi minta agar dibuat Pansus. Intinya, kami sepakat tentang kepariwisataan Kaltim dan rencana strategisnya. Masih ada rencana induknya supaya semua bisa sinergi, bagaimana nanti, intinya kami membentuk Pansus untuk menelaah ini agar pas lagi,” ucapnya, ditemui usai memimpin sidang Paripurna.

Dikatakan Politisi dari partai PDIP ini, pemindahan Ibukota Negara (IKN) ke Kaltim, akan menjadi potensi yang luar biasa. Tidak hanya di bidang pembangunan, tetapi juga kepariwisataan.

“Dengan pemindahan IKN di Kaltim dan banyaknya masyarakat yang bermigrasi ke Kaltim, maka akan menjadi potensi wisata. Kita lihat nanti bagaimana,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan apresiasinya kepada DPRD Kaltim atas respon baik pembentukan Pansus kepariwisataan Kaltim. Menurutnya, dengan keterlibatan DPRD, maka isi Ranperda akan menjadi “sempurna”.

“Kita sangat respon dengan baik, karena kalau ada Pansus, pembahasan akan menjadi lebih mudah dan disampaikan lebih serius. Kalau ada Pansus Ranperda, berarti dewan akan lebih masuk isinya. Seperti apa Ranperda nantinya ketika ditetapkan sebagai Raperda. Pansus juga tahu isinya, arahnya dan itu kesempatan bagus bagi kami untuk menyampaikan isi Ranperda lebih detail,” terangnya.

Sri Wahyuni menyebut, masing-masing fraksi DPRD Kaltim menyampaikan pandangan yang beragam atas Ranperda tersebut.

“Ketika rencana induk diketahui masing-masing fraksi, artinya pariwisata akan diketahui. Rata-rata disampaikan masih multi sektoral dan multi dimensi, nah dewan kan stekholder kita juga, khususnya Komisi II dan Komisi IV. Perannya khusus pembahasan lebih detail dan baik sekali,” tutupnya.

Penulis : Oen
Editor : M Jay

Don`t copy text!