MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Direktur Jenderal (Dirjen) Holtikultura Kementerian Pertanian membuka kegiatan Pangan Murah, yang dipusatkan di halaman kantor Koramil 0901-03/Samarinda Seberang Jalan Bung Tomo, Jumat (22/4/2022).

Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Pertanian dengan menggandeng Dinas Pangan Pertanian dan Holtikultura Kaltim serta TNI-Polri tersebut direncanakan akan berlangsung selama 3 hari ke depan, mulai hari ini hingga Minggu (24/4/2022) dan tentunya mendapat antusias warga. Tak heran, sejak pagi warga sudah banyak berdatangan, padahal saat itu hujan deras mengguyur.

Berbagai bahan pokok, sayur mayur, daging, buah-buahan hingga bibit tanaman dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Bahkan, panitia juga menyiapkan hadiah langsung berupa sayuran gratis bagi warga yang datang berbelanja di stand Pangan Murah.

Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya telah mendapat instruksi langsung dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk turun ke lapangan sejak H-10 hingga jelang lebaran Idul Fitri tahun ini, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan.

“Menteri Pertanian selalu meminta kepada kami untuk terjun ke lapangan, mengamankan pangan. Karena kalau pangan tidak aman, akan berpengaruh pada stabilitas pangan. Itu itu perlu dan pentingnya koordinasi dengan TNI-Polri dan seluruh perangkat untuk menjaga pangan tetap stabil. Karena tanpa pangan yang stabil, tentu keamanan tidak akan terjaga,” katanya.

Dikatakannya, saat ini Kaltim menjadi Ibukota Negara sesuai dengan keputusan pemerintah. Untuk itu, perlu dan penting menyiapkan pangan yang cukup.

“Ke depan, seharusnya pangan disediakan Kaltim sendiri, jangan sampai nanti begitu banyak yang pindah ke Kaltim, tapi pangannya tidak tersedia. Karena kalau kami lihat di sini, pangan banyak disuplai dari Jawa, Sulawesi dan NTB. Ke depan, agar tidak menimbulkan gejolak pangan, Kaltim harus buat pangan sendiri,” pesannya.

Prihasto Setyanto menyebut, Kementrian Pertanian telah membuat simulasi pangan untuk IKN. Yang mana diperkirakan nantinya akan ada sekitar 2,5 juta orang masuk ke Kaltim, yang tentunya akan membutuhkan pangan yang tidak sedikit.

Kementrian Pertanian, lanjut dia, juga melakukan monitoring kebutuhan cabai dan bawang merah. Namun dengan lahan yang tersedia saat ini, dia menilai masih perlu menambah lahan pertanian yang cukup.

“Untuk cabai dan bawang merah ini setiap tahun membutuhkan 18 sampai 20 ribu ton, jika ada tambahan 2,5 ribu orang masuk ke Kaltim. Sedangkan lahan, khususnya untuk tanam bawang merah sangat kecil, harusnya ditambah 2.000 sampai 3.000 lahan ditanami untuk memenuhi kebutuhan. Apalagi iklim dan curah hujan dengan tanah yang subur, ini akan cocok. Hanya tinggal petaninya apakah siap atau tidak,” terangnya.

Prihasto Setyanto mengatakan, Kementrian Pertanian juga telah melakukan pemetaan wilayah yang cocok untuk diolah menjadi lumbung pangan, menghadapi IKN Nusantara.

“Kami sudah petakan semua, dimana saja yang cocok dan sesuai. Bahkan rencananya dalam bentuk klaster dan ini butuh semangat, khususnya dari petani,” pungkasnya.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!