MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sehari jelang Ramadan, musibah kebakaran terjadi di pemukiman penduduk di bilangan Jalan Abdul Muthalib, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, sekitar pukul 14.20 Wita, Sabtu (2/4/2022).

Peristiwa itu kontan menarik perhatian warga sekitar lokasi kejadian, apalagi kobaran api disertai tebalnya asap terlihat membumbung tinggi.

Belasan kendaraan mobil pemadam kebakaran dan puluhan petugas gabungan pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan ganas api.

Informasi yang dihimpun Mediaborneo.net dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda dan berbagai sumber, diduga awal kejadian, api bersumber dari bangunan rumah berlantai 2, tepat di belakang sebuah toko elektronik. Dugaan awal, penyebab kebakaran dikarenakan korsleting listrik.

Tak membutuhkan waktu lama, api dengan cepat menyambar ke bangunan yang berada di sekitarnya, terlebih mayoritas bangunan yang ada di sekitar lokasi kejadian jaraknya sangat berdekatan dan berbahan kayu.

Besarnya kobaran api, “menjilat” pemukiman warga di 2 RT, yaitu RT 02 dan RT 04.

Petugas gabungan pemadam kebakaran dari Disdamkar Kota Samarinda, PMK Swasta, Balakarcana Samarinda dan relawan gabungan Samarinda bekerja ekstra keras melakukan pemadaman. Akhirnya setelah 1 jam, api berhasil dikuasai.

Akibat musibah tersebut, total 6 bangunan ludes terbakar. Masing-masing di RT 02 ada 2 rumah terbakar, yaitu 1 rumah tunggal dan 1 rumah berlantai 2. Sedang di RT 04, 4 bangunan terbakar, yaitu 2 rumah tunggal bertingkat, 1 bangunan toko 2 pintu dan 1 toko servis, serta 1 bangunan ikut terdampak.

“Akibat kejadian ini, 6 bangunan terbakar, 1 bangunan terdampak, dengan luas area terbakar 40 x 40 meter. Penghuni total 7 KK atau 25 jiwa. Mengenai penyebab kebakaran, masih diselidiki pihak kepolisian. Untuk kendala di lapangan, mayoritas rumah berbahan kayu dan banyaknya warga yang menonton kejadian itu,” kata staf Disdamkar Kota Samarinda Sunardi Siman.

Dirinya menghimbau kepadanya masyarakat Samarinda untuk terus waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran. Terlebih kata dia, selama bulan Ramadan.

“Mari kita bersama-sama waspada, berhati-hati terhadap potensi terjadi kebakaran,” imbaunya.

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!