MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Keberadaan Guru BK di satuan pendidikan di Kota Samarinda jumlahnya masih sangat minim dan tak sebanding dengan jumlah siswa yang ada.

Untuk diketahui, Guru BK adalah tenaga profesional yang mendapat pendidikan khusus bimbingan dan konseling.

“Pemkot punya PR bagaimana Guru BK bisa diadakan, karena jumlahnya sangat minim di sekolah. Bahkan di sekolah itu mungkin hanya punya satu sampai dua Guru BK, sedang muridnya 800 orang, tentu ini tidak proporsional,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Ironinya juga, banyak sekolah-sekolah yang bahkan tidak memiliki Guru BK, sehingga memberdayakan guru lainnya untuk menyambi tugas sebagai Guru BK.

“Bahkan di SD yang Guru BK sangat kurang. Ini jadi PR, karena tanggungjawab dari tingkat PAUD hingga SMP menjadi tanggungjawab Pemkot untuk menyiapkan semuanya, baik SDM sampai fasilitas,” katanya.

Dia menambahkan, fasilitas yang harus disiapkan di sekolah tersebut termasuk Satuan Tugas (Satgas).

“Termasuk fasilitas Satgas. Karena sekolah harus berbasis sekolah nyaman buat anak. Masyaraat juga harus proaktif. Masyarakat jangan banyak menuntut, tapi juga berperan,” pungkasnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!