MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir mengungkapkan, banyak masyarakat Kaltim belum menikmati fasilitas pembangunan di daerahnya, khususnya pendidikan.

Dikatakan politisi dari partai PKB ini, tidak semua wilayah di Kaltim ini memiliki banyak sekolah, mulai tingkat SD hingga SMA/SMK negeri. Kalaupun ada, jaraknya sangat jauh dari lokasi pemukiman warga. Sementara jumlah sekolah swasta sudah banyak tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

Akibatnya, kata Sutomo Jabir, banyak dari masyarakat terpaksa menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah swasta tersebut. Padahal, dari sisi biaya lebih mahal.

“Banyak problem anak didik kita. Ada yang tidak bisa masuk sekolah dan tersingkir ke sekolah swasta. Jadi, masyarakat itu sudah tidak bisa menikmati fasilitas pembangunan di daerahnya, kemudian disodorkan kepada pendidikan yang mahal. Kan ini tidak adil untuk masyarakat,” ujarnya.

Dengan kondisi yang ada, kata Sutomo Jabir, akan muncul kecemburuan sosial di masyarakat. Karena di beberapa daerah memiliki banyak sekolah-sekolah negeri, mulai tingkatan SD hingga SMA/SMK. Sedangkan ada daerah-daerah yang masih sangat terbatas sekolahnya.

“Ironis, anggaran kita Rp 4 triliun sekian, tapi anggaran pendidikan itu kemana saja duitnya. Faktanya masih banyak masyarakat yang tidak dapat menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah negeri. Sedang di daerah lainnya banyak punya sekolah negeri berbagai tingkatan,” tandasnya. (Hk/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Don`t copy text!