MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Mimi Meriami Pane mengatakan, jalan-jalan di Kaltim mudah rusak karena berdasarkan klasifikasi jalan dan status mayoritas hanya di level kelas III A.

Dimana, klasifikasi jalan kelas III A ini hanya cocok untuk jalan arteri, lokal dan lingkungan dengan kendaraan bermuatan maksimal 8 ton.

Faktanya, kata dia, banyak kendaraan bermotor yang melintas membawa beban muatan lebih dari 8 ton. Tak hanya itu, banyaknya aktivitas angkutan pertambangan yang menggunakan jalan umum, ikut memperparah kondisi jalan.

“Setiap tahun pasti diangggarkan untuk jalan ini. Masyarakat tidak mau tahu, apakah itu jalan kewenangan pusat, kota atau provinsi, yang penting jalan bagus,” katanya saat menjadi narasumber di stasiun radio lokal, Senin (7/3/2022).

“Pemerintah setiap tahun membangun jalan, tapi di sisi lain ada aktivitas pertambangan. Yang seharusnya jalan bisa tahan 10 tahun, tapi setahun sudah rusak. Masalahnya rata-rata di Kaltim kelas jalannya hanya kelas III,” sambung Mimi.

Legislatif dari fraksi PPP ini khawatir, jika tidak dilakukan perbaikan, maka Kaltim akan selalu bermasalah dengan infrastruktur jalan.

“Kalau hal ini terjadi dan tidak ada perbaikan, maka kita tidak ada kemajuan. Bukan kemajuan, justru kemunduran,” katanya.

Mimi mengatakan, saat ini masyarakat masih ketergantungan pada pemerintah. Sehingga dirinya mendorong pemerintah untuk pro aktif membantu masyarakat.

“Kami juga berharap kepada pemerintah, karena kita harus menyadari bahwa masyarakat masih sangat ketergantungan pada pemerintah, itu sangat besar. Jadi pemerintah, ayolah bergerak pro aktif dan memang harus membantu membuat program yang mempersiapkan masyarakat menyambut IKN,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Share
Don`t copy text!