MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Banyak dari infrastruktur jalan yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang kondisinya memprihatinkan.

Banyaknya angkutan kendaraan tambang batu bara dan kelapa sawit yang menggunakan jalan umum untuk aktivitasnya, dituding sebagai biang kerok lajunya kerusakan jalan di Kaltim. Padahal, mayoritas infrastruktur jalan di Kaltim berstatus kelas IIIA, yang mana jalan hanya mampu dilewati kendaraan dengan tonase maksimal 8 ton.

Menurut anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry, alasan lain yang menyebabkan banyaknya jalan rusak di Kaltim, karena minimnya anggaran perbaikan jalan.

“Infrastruktur di Kaltim ini ada yang sifatnya jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten. Dengan keterbatasan yang ada, tidak semua jalan rusak bisa diperbaiki,” katanya, Rabu (16/3/2022).

Kepada Pemprov Kaltim, Sarkowi berharap, dapat pro aktif berkoordinasi dengan Bappeda dan Dinas PUPR masing-masing kabupaten/kota, guna mengetahui secara detail infrastruktur mana saja yang perlu dilakukan pembenahan.

“Kita minta supaya Bappeda kabupaten dengan Bappeda provinsi meningkatkan koordinasi untuk memperbaiki infrastruktur. Jadi, mana yang masuk wilayah provinsi itu harus dikoneksikan dengan yang masuk wilayah kabupaten, sehingga semua jalan bisa mulus,” katanya.

Terkait dengan masih banyaknya aktifitas kendaraan tambang batu bara dan kelapa sawit yang menggunakan jalan umum sebagai hauling maupun crossing, Sarkowi meminta seluruh pihak terkait untuk dapat bersama-sama menjalankan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita berharap, aktivitas tambang tidak lagi menggunakan jalan umum agar tidak merusak jalan,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!