MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Saat ini pemerintah pusat tengah mengusulkan kenaikan ongkos naik haji (ONH) calon jama’ah Indonesia menjadi Rp 69 juta.

Usulan kenaikan ONH ini memicu berbagai pro dan kontra di berbagai kalangan. Diantara mereka menilai kenaikan ONH tersebut akan memberatkan calon jama’ah haji.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Maswedi mengaku terkejut dengan usulan yang disampaikan pemerintah tersebut. Menurut dia, kenaikan ONH bagi calon jama’ah haji akan sangat memberatkan, apalagi usulan kenaikan angka ONH ini hingga dua kali lipat, dibandingkan ONH yang ditetapkan di tahun-tahun sebelumnya.

Terkait haji, animo masyarakat, khususnya muslim yang ada di Indonesia, Kaltim dan Samarinda sangat antusias untuk mendaftar berangkat haji. Bahkan antrian daftar tunggu calon jama’ah haji setiap tahunnya terus “mengular” dan tidak sedikit dari calon jama’ah haji yang harus rela menunggu antrian berangkat haji hingga puluhan tahun. Di Samarinda sendiri, antrian calon jama’ah haji sudah mencapai 32 tahun jika mendaftar saat ini.

“Sangat mengejutkan. Kondisi kita ini belum aktif. Dengan dana haji ini tentunya dinilai sangat signifikan kenaikkannya. Tentunya kita juga harus melihat masyarakat juga, banyak yang belum mampu, tapi di sisi lain ingin berangkat, ” ujarnya.

Maswedi menilai, usulan kenaikan ONH menjadi Rp 69 juta tersebut belum tepat diterapkan saat ini.

“Kami juga sangat menyayangkan. Dalam kondisi ini dana haji ini naik, tidak waktu yang tepat. Mungkin itu diperlukan, tapi tidak untuk saat ini, ” katanya.

Dirinya berharap, pemerintah dapat mempertimbangkan kembali usulan tersebut, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Harapannya kami sama dengan masyarakat. Masyarakat kita mengharapkan itu bisa terjangkau. Kalau memungkinkan bisa diturunkan, ya diturunkan, ” tutupnya. (Adv/Koko)

Don`t copy text!