MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Ratusan desa di Kaltim hingga saat ini belum teraliri listrik PLN. Kendalanya, mulai dari letak geografis wilayah yang sulit dijangkau hingga minimnya infrastruktur akses jalan yang ada.

Berbagai upaya dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan listrik seluruh masyarakat Kaltim, diantaranya dengan PLTS komunal. Tetapi lagi-lagi, penyediaan fasilitas PLTS tersebut tak bisa dilakukan secara sekaligus, melainkan bertahap.

“Karena listrik belum masuk, makanya pemerintah dalam hal ini PLN masih banyak PR. Seperti di wilayah kita, di Kutai Timur dan Berau masih banyak desa yang belum mendapatkan penerangan listrik dari PLN,” kata Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir, beberapa waktu lalu.

Seperti di Kabupaten Berau, lanjut politisi dari partai PKB ini, ada beberapa desa yang sudah mendapatkan bantuan listrik PLTS. Namun begitu, kata Sutomo Jabir, hal itu belum menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi harus hadir dengan membangun PLTS. Di Berau ada beberapa, seperti di Batumbuk sudah menggunakan PLTS dan tahun ini ada lagi di Batumbuk Seberang dan Desa Long Pelay, ada beberapa tapi belum menjawab kebutuhan listrik masyarakat,” katanya.

Untuk itu, dia mendorong Pemprov Kaltim dan PLN untuk berperan aktif memasang listrik di seluruh wilayah Kaltim.

“Ada pernyataan Gubernur bahwa 2024 semua daerah di Kaltim sudah teraliri listrik. Nah ini yang harus kita dorong untuk bisa terwujud,” pungkansya. (Hk/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Share
Don`t copy text!