MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA– Musyawarah Wilayah XI (MUSWIL) Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur (Kaltim) akan digelar tanggal 18 hingga 20 Mei 2023 mendatang, di Kota Bontang.

Pelaksanaan ini dilakukan setelah adanya keputusan Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) Pemuda Muhammadiyah yang digelar pada tanggal 30 hingga 31 Desember 2022 lalu, di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.

Panitia Pemilihan (PANLIH) sebagai tim adhoc, bertugas untuk menjaring dan menyeleksi calon formatur yang akan ditetapkan sebagai daftar calon tetap (DCT) pada RAPIMWIL final pada 18 Mei 2023.

Ketua Panitia Pemilihan MUSWIL XI Pemuda Muhammadiyah Kaltim, Yakub Fadillah menjelaskan, dalam proses penjaringan seleksi ini, prinsip kepantasan dan kelayakan menjadi syarat administrasi yang harus diperhatikan.

“Setiap anggota Pemuda Muhammadiyah berhak untuk dipilih sepanjang diajukan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se-Kaltim dan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kaltim,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah formatur yang dipilih berdasarkan kesepakatan musyawarah. Mengacu pada jumlah formatur yang digunakan saat Muktamar XVIII di Balikpapan, sebanyak 13 orang, maka jumlah formatur MUSWIL XI tidak boleh melebihi jumlah tersebut. Karena itu, 11 formatur dianggap sebagai pilihan tepat.

Dalam tahapan penjaringan yang melibatkan seluruh daerah di Kaltim dan Pimpinan Wilayah, diperoleh 35 nama calon formatur yang diusulkan.

Dari jumlah tersebut, diseleksi berdasarkan kesediaan dan kelengkapan administrasi, menghasilkan 18 bakal calon formatur yang memenuhi syarat.

Namun, lanjut dia, jumlah tersebut masih prematur, sehingga PANLIH mengajukan tambahan lima orang usulan nama yang berbeda dari 11 nama sebelumnya.

Yakub mengharapkan Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah turut mensukseskan MUSWIL XI di Bontang dengan mengusulkan kembali nama-nama yang berbeda sesuai permintaan dari PANLIH, yaitu lima orang.

“Dengan upaya penertiban administrasi pada kriteria, diharapkan MUSWIL XI Pemuda Muhammadiyah Kaltim menjadi momentum untuk mendorong tertibnya sistem pengkaderan di Angkatan Muda Muhammadiyah,” katanya.

“Kami juga mendorong seluruh kader agar memastikan diri terdaftar sebagai anggota dengan memastikan memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM),” imbuhnya.

Penulis : M Jay

Don`t copy text!