MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Penanganan dana CSR yang berasal dari perusahaan-perusahaan yang berdomisili di Samarinda, dinilai belum maksimal.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, pihaknya sampai ini belum melihat langkah kongkrit yang dilaksanakan oleh Forum CSR Samarinda, yang selama ini melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan perusahaan-perusahaan yang usahanya berdomisili di Samarinda.

“Saya sudah minta kepada Kepala Bappeda mengenai langkah konkrit menjalankan CSR ini, karena sampai hari ini, forum yang dibentuk belum bisa berjalan maksimal,” katanya, Selasa (8/3/2022).

Dikatakan Deni, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Bappeda dan Dinas Sosial Kota Samarinda untuk membahas mengenai CSR tersebut. Dan berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Bappeda, mereka akan melakukan rapat koordinasi untuk menjalankan CSR tersebut semaksimal mungkin.

Menurut Deni, kehadiran CSR sangat banyak membantu berbagai persoalan yang dihadapi daerah saat ini. Diakuinya, saat ini beberapa OPD mengalami keterbatasan anggaran, sementara banyak yang harus ditangani.

“Kehadiran CSR membantu orang banyak. Kalau CSR ini tidak ada, maka berbagai persoalan tidak akan terbantu,” katanya.

“Misalnya, bidang pendidikan. Masih banyak sarana dan prasarana yang tidak dicover dengan anggaran, sehingga CSR bisa masuk. Dan CSR itu tidak hanya untuk infrastruktur saja, tapi juga untuk pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Itu yang paling efektif,” tambahnya.

Kepada Forum CSR Samarinda, Deni menyampaikan beberapa permintaan. Diantaranya adalah pembuatan aplikasi khusus yang memudahkan pihak perusahaan maupun pemerintah untuk mengetahui aliran dana CSR, dengan melalui satu pintu.

“Selama ini biasanya perusahaan langsung memberikan kepada masyarakat yang ada di sekitar lokasinya. Sehingga dengan forum ini, saya berharap, pemangku kebijakan memanggil perusahaan untuk duduk bersama, membangun Samarinda. Ini perlu greget dan langkah jelas,” katanya.

CSR, lanjut Deni, juga bisa digunakan untuk penanganan masalah yang terjadi saat ini, seperti kelangkaan minyak goreng dan naiknya beberapa kebutuhan pokok di pasaran.

Dengan jumlah sekitar 400 perusahaan yang berdomisili di Samarinda, Deni yakin, akan mampu mengatasi kelangkaan minyak goreng di Samarinda melalui dana CSR.

“Saat ini minyak goreng susah dicari, CSR bisa berguna. Masing-masing perusahaan bisa membelikan dan menyumbangkan atau melaksanakan bazar murah minyak goreng. Di saat masyarakat susah, pemerintah bisa hadir, mungkin tidak dengan dana pemerintah tapi dengan dana CSR,” katanya. (advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Share
Don`t copy text!