MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Banyaknya gedung-gedung dan ruang layanan publik yang kurang ramah pada penyandang disabilitas mengundang keprihatinan Sri Puji Astuti selaku Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur, fasilitas dan prasarana yang ditujukan untuk kepentingan publik seharusnya juga memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.

Salah satu gedung yang disorot Puji Astuti adalah gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda. Yang mana gedung ini menjadi primadona masyarakat Samarinda untuk dikunjungi, karena berdesain unik. Namun Puji menyayangkan, bangunan gedung tidak ramah pada penyandang disabilitas.

“Percuma kalau perpustakaan kita tidak bisa dipergunakan ke semua masyarakat setiap tingkatan, golongan dan usia. Harus bisa di situ dan sudah diusulkan seperti tangganya naiknya harus diperhatikan,” katanya.

“Sebenarnya setiap gedung sudah kami sarankan dan konsultasikan. Kita punya Undang-Undang Disabilitas yang menjamin semua gedung-gedung itu ramah disabilitas masyarakat Indonesia,” sambungnya.

“Tapi tidak semua gedung-gedung kita ini ramah disabilitas, terutama gedung lama beda dengan gedung yang baru. Termasuk gedung DPRD, awal dibangun tidak tersedia, tetapi pelan kita benahi,” tutup Puji Astuti. (Adv/Koko/Oen)

Don`t copy text!