MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengingatkan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana untuk sekolah penyandang disabilitas di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Meskipun sekolah penyandang disabilitas berada di ranah provinsi, namun Kota Samarinda telah menyiapkan 155 sekolah inklusi mulai dari tingkat paud hingga SMA, Selasa (7/11/2023)

“Mereka harus mengikuti kurikulum umum, dan kami perlu memperhatikan pengembangan kurikulum yang sesuai untuk anak-anak ini,” ujarnya.

Sarana dan prasarana juga menjadi fokus penting dalam mendukung pendidikan anak-anak penyandang disabilitas. Hal ini termasuk perluasan dan perbaikan sarana fisik serta memastikan bahwa fasilitas sekolah memadai untuk mendukung kebutuhan anak-anak dengan disabilitas.

Dalam hal sumber daya manusia (SDM), Sri Puji Astuti mengakui adanya kekurangan guru pendamping khusus untuk sekolah inklusi. Guru pendamping khusus memegang peran penting dalam mendukung anak-anak penyandang disabilitas dalam belajar.

“Kami masih memerlukan peningkatan dalam SDM ini. Kami perlu melatih guru-guru pendamping khusus yang dapat memberikan perhatian individual kepada anak-anak ini,” katanya.

“Sekarang lebih banyak anak inklusi yang terdaftar, namun SDM pendamping khusus masih terbatas, kami perlu mempertimbangkan insentif tambahan atau perbaikan sarana prasarana untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, ” lanjutnya.

Sri Puji Astuti menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat untuk anak-anak penyandang disabilitas. Ia mengajak agar anak inklusi tidak disembunyikan, melainkan didukung dan ditampilkan kepada masyarakat.

Harapannya, sarana dan prasarana sekolah penyandang disabilitas, pengembangan kurikulum yang sesuai, serta peningkatan SDM pendamping khusus, diharapkan pendidikan anak-anak penyandang disabilitas di Samarinda dan sekitarnya dapat terus berkembang dan memberikan peluang yang lebih baik bagi masa depan mereka.

“Masyarakat memiliki peran besar dalam memberikan dukungan kepada orang tua anak inklusi. Dengan berbagi pengetahuan dan memahami kebutuhan mereka, kita dapat membantu anak-anak ini untuk melanjutkan hidup mereka dengan lebih baik,” pungkasnya. (Koko/M. Jay/Adv/DPRD Samarinda)

Don`t copy text!