MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Di usianya yang sudah menginjak ke-63, banyak prestasi dan keberhasilan yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Bahkan, Kota Samarinda menjadi kota terbaik kedua dari 10 kabupaten/kota di Kaltim dan berhasil mendapatkan 10 panji keberhasilan pembangunan di Kaltim.

“Keberhasilan ini menjadi hasil kerja semua pihak, karena tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa adanya kerja keras. Semoga kedepan, apa-apa saja yang masih kurang bisa disempurnakan,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Rusdi.

Terkait dengan masalah sosial yang terjadi di Samarinda, Rusdi meminta kepada Pemkot Samarinda untuk benar-benar fokus dan serius.

“Jadi, walaupun Samarinda mendapatkan penghargaan, tapi kalau kita masih menemukan ada ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), orang terlantar masih banyak di jalan-jalan, itu bagaimana?. Tentunya kita berharap, seperti orang meraih penghargaan, orang meraih mahkota juara tapi tanpa mahkota, jadi apa maknanya?,” katanya.

“Yang kita harapkan, begitu dapat penghargaan, itu benar-benar sesuai, ” sambungnya.

Diakuinya, persoalan sosial tidak hanya terjadi di Samarinda saja, tetapi juga seluruh daerah, khususnya daerah-daerah Kota besar. Namun menurut dia, Pemkot harus mengalokasikan anggaran yang cukup di OPD teknisnya, yakni Dinas Sosial, agar program dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

“Persoalan sosial ini terjadi di semua daerah. Yang perlu dilakukan, kita tingkatkan anggaran di Dinsos, sehingga tahun ke tahun ada peningkatan layanan. Karena banyak anggaran dari pusat, tapi sedikit sampai ke dinas, padahal Dinsos ini adalah pelayanan dasar, ” tandasnya. (Adv/Koko)

Don`t copy text!