MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Saat ini seluruh wilayah di Kota Samarinda berada di zona merah COVID-19. Kasus penularan virus juga kian masif, namun sejauh ini belum ditemukan varian Omicron.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar membenarkan kondisi Samarinda yang mulai memerah akibat COVID-19.

“Iya betul. Memang kita lihat infografis beberapa hari ini sudah mengepung semua, di setiap kecamatan sudah terjadi peningkatan,” ucapnya, saat dikonfirmasi Mediaborneo.net, Sabtu malam (19/2/2022).

Diakui, penularan virus COVID-19 mudah menular dan menyebar, khususnya varian Omicron. Namun Politisi dari partai Gerindra ini meminta masyarakat untuk tidak panik.

“Memang varian COVID-19 yang baru ini memang lebih cepat menyebarnya, hanya saja tidak perlu ada kepanikan. Kenapa? Karena ini virusnya tidak terlalu ganas, dibandingkan varian sebelumnya,” katanya.

Penularan virus, lanjut Deni, bisa diminimalisir dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan. Selain itu, upaya pemerintah melakukan percepatan vaksinansi COVID-19, diyakni dapat menekan kasus penularan di masyarakat.

“Artinya selama kita sudah melakukan vaksinasi lengkap, seperti yang dianjurkan pemerintah, insyaallah efeknya tidak terlalu signifikan,” katanya.

“Tapi kita tetap harus waspada dan tidak boleh lengah. Yang penting protokol kesehatan tetap dijalankan, baik itu 5M atau 3M, minimal 1M,” sambungnya.

Selain penularan virus, Deni juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kondisi kesehatan. Mengingat saat ini sudah memasuki musim pancaroba, dimana sering kali menyebabkan penurunan imun tubuh.

“Karena memang varian ini seperti flu dan batuk. Terlebih saat ini sedang musim pancaroba, ini menyebabkan ketahanan fisik tidak maksimal. Akibatnya imunitas tubuh mudah turun naik,” ujarnya.

Sementara itu, ditanya mengenai jenis virus COVID-19 yang ada di Samarinda saat ini, dia menyebut, belum ada informasi dari pihak terkait mengenai hasil pemeriksaan sampel virus yang dialami oleh warga Samarinda yang terpapar COVID-19. Karena kata dia, sampel harus melalui uji klinis untuk mengetahui jenis virus.

“Sampai saat ini untuk varian Omicron, kita belum ada dikonfirmasi mengenai adanya Omicron. Hanya memang gejalanya hampir sama, menyerupai Omicron. Karena itu harus melalui penelitian yang lebih detail, penentuan bahwa satu pasien itu terindikasi terpapar varian Omicron. Pastinya perlu uji klinis yang lebih untuk sampelnya,” terangnya.

Bagi masyarakat Samarinda yang dinyatakan terpapar COVID-19, Deni meminta agar tetap tenang dan tidak panik, dengan melakukan isolasi mandiri secara benar.

“Apapun itu, bahwa wabah ini cepat sekali. Flu dan batuk pilek mudah menular, jadi ketika satu orang saja yang terkena itu, bisa satu rumah kena semua. Tapi tetap bisa melakukan isoman di rumah sampai kondisi badan fit kembali. Yang penting jangan panik, dan ketika imun sedang turun, kita harus menguatkan. Kita harus yakin bahwa akan sembuh, maka imun akan cepat naik kembali,” pesannya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Don`t copy text!