MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Masih mengenakan seragam sekolah, Yesar Fauzan ditemani beberapa orang temannya duduk di taman Teluk Lerong Garden Tepian Mahakam yang ada di Jalan R.E Martadinata, Teluk Lerong. Matanya terus tertuju ke arah Sungai Mahakam yang berarus deras dan membentuk pusaran-pusaran.

Sesekali pelajar yang masih duduk di bangku kelas XII SMK swasta di Samarinda ini melihat ke sekitarnya, dimana banyak anggota gabungan SAR yang berkumpul di sekitar lokasi kejadian tenggelamnya Raka Azril (9) yang merupakan adik ketiganya pada Rabu siang tadi, saat tengah berenang di Sungai Mahakam di sekitar taman Teluk Lerong Garden bersama teman-temannya.

Teman-teman Yesar juga silih berganti memberikan semangat dan menghibur remaja tersebut.

Ya, sejak mendapat kabar bahwa adiknya tenggelam di Sungai Mahakam, Yaser yang masih berada di sekolah langsung mendatangi lokasi kejadian ditemani beberapa temannya. Dia terlihat sedih, seakan tidak percaya dengan nasib malang yang dialami sang adik yang masih duduk di bangku kelas 5 SD tersebut.

Saat ditemui Mediaborneo.net, Yaser menceritakan bahwa dirinya maupun keluarga lainnya tidak mendapat firasat apapun sebelum kejadian naas yang dialami Raka.

Dia masih mengingat pertemuannya terakhir dengan adiknya itu pada Selasa malam. Yang mana, saat itu Yaser masih sempat memberikan nasehat kepada adiknya itu agar tidak bermain di sungai.

“Terakhir ketemu tadi malam, karena tadi pagi kan berangkat sekolah. Saya juga nggak ada firasat apa-apa, biasa aja. Semalam juga sempat diomongin, jangan main-main ke sungai. Sempat diingatin sama nenek saya juga, karena adek memang sering main ke sini (Sungai Mahakam, red). Tapi tadi malam dibilang, adek nggak pernah mandi di sini, hanya mancing saja,” kenang Yaser menceritakan apa yang terjadi sebelum terakhir kalinya bertemu dengan sang adik.

Menurutnya, Raka memang beberapa kali pergi memancing ke Sungai Mahakam bersama teman-teman sebaya. Tetapi tidak pernah mandi ataupun berenang, karena memang Raka diakuinya belum bisa berenang.

“Adek biasanya hanya mancing saja, nggak pernah mandi. Ya gitu, cuma mancing aja sama teman-temannya, karena adek nggak bisa berenang. Kalau berenang biasanya ke kolam renang, ” ujarnya.

Walaupun tinggal bersama dengan sang nenek, Yaser bersama dengan tiga adiknya, termasuk Raka yang merupakan anak ketiga selalu mendapatkan perhatian dari sang nenek. Karena mereka sejak lama ditinggal oleh ayahnya yang mencari nafkah di daerah Wahau, sedangkan sang ibu telah lama meninggal. Kepada adik-adiknya, Yesar selalu mengingatkan untuk tidak bermain ke sungai. Pun sang nenek yang tidak pernah bosan selalu mengingatkan cucu-cucunya.

“Adek sudah sering dikasih tahu jangan main ke sungai, tapi tetap main. Padahal biasanya adek main sama teman-temannya di rumah, jarang keluar-keluar gitu, malah seringnya di rumah, ” katanya.

Yesar masih menaruh harapan akan ada mukjizat untuk adiknya.

“Semoga ditemukan, ” ucapnya lirih.

Sementara itu, tim gabungan SAR sejak Rabu siang telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Diberitakan sebelumnya, Raka bersama teman-temannya mandi di Sungai Mahakam di sekitar Teluk Lerong Garden. Kendati telah diperingatkan beberapa remaja untuk tidak berenang karena arus sungai deras, rupanya bocah-bocah itu tak gentar dan tetap berenang. Saat itulah tubuh mereka terbawa arus sungai, yang menyebabkan Raka tenggelam. Sedangkan teman-temannya yang lain selamat.

Penulis : Koko
Editor : Oen

Don`t copy text!