MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Tiga kabupaten terbanyak yang belum teraliri listrik di Kaltim, adalah Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim). Jumlahnya mencapai 211 desa.

“Misalnya di daerah Segah, di beberapa desanya belum teraliri listrik. Di Kutai Timur, tidak usah jauh-jauh, di Muara Ancalong banyak desa yang masyarakatnya belum menikmati listrik PLN,” ujar Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir.

Untuk memenuhi kebutuhan penerangan, beberapa pihak swasta mengelola listrik pribadi untuk desa-desa di Kutai Timur maupun di Berau. Namun biaya yang dikeluarkan sangat mahal.

“Jadi, di desa-desa itu masyarakatnya terpaksa membayar kepada warga yang memang sudah mendapat listrik, atau ke pihak yang kelola listrik. Itu pun hanya dari jam 6 sore hingga jam 10 malam. Untuk mendapatkan penerangan itu, mereka terpaksa bayar sekitar Rp 400 ribu, karena bukan dari PLN,” ujarnya.

“Listrik yang diarahkan ke desa-desa itu menggunakan disel. Jadi masyarakat disuruh membayar, karena menggunakan alat yang ada. Ada yang sampai Rp 500 per bulan, karena PLN nya belum ada fasilitas listrik,” sambung Sutomo Jabir.

Kondisi ini, kata dia, sangat memprihatinkan. Mengingat banyak masyarakat desa yang pendapatannya juga terbatas. Tetapi harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan penerangan yang hanya beberapa jam menyala setiap harinya. (HK/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Don`t copy text!