MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Beberapa hari terakhir, Samarinda diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Akibatnya, tidak hanya menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir, tetapi juga longsor.

Longsor tidak hanya terjadi di pemukiman warga saja, namun pemakaman umum yang ada di wilayah Palaran yakni TPU Timur Jaya ikut longsor. Puluhan makam tertimbun material longsor pada Rabu kemarin (16/2/2022).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait kejadian longsornya puluhan makam di TPU Timur Jaya Palaran.

“Kami sendiri sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat mengenai longsoran pemakaman di Palaran ini. Sehingga kami juga tidak tahu apa penyebab dari longsor itu,” ujarnya, dikonfirmasi Sabtu (19/2/2022).

Namun begitu, diakuinya, dirinya melihat ada pemberitaan di media sosial terkait adanya longsor di pemukiman warga Palaran.

“Di media sosial kemarin kan sempat juga di-posting adanya rumah warga yang terkena longsoran di Palaran, hingga dapurnya jebol dan rusak,” katanya.

Samri menduga, longsornya puluhan makam yang ada di TPU Timur Jaya Palaran karena faktor alam. Dimana curah hujan tinggi, sementara lahan pemakaman kondisinya labil.

“Kondisi alam kita memang cepat berubah, saat ini curah hujan tinggi, sehingga longsor mudah terjadi. Termasuk pemakaman yang ada di Palaran itu longsor terjadi karena lokasi tanah mudah longsor, sehingga saat hujan, jadi labil. Ini perlu jadi perhatian juga sebenarnya, karena kalau dibiarkan terus, maka khawatir akan merembet ke rumah warga,” terangnya.

Untuk itu, dirinya meminta perhatian dari pemerintah, khususnya pemerintah setempat untuk melakukan identifikasi penyebab terjadinya longsor, untuk kemudian melakukan penanganan, agar longsoran tidak kembali terjadi.

“Karena kadang-kadang jika itu ada penyebabnya, maka ini perlu kita tindaklanjuti. Misalnya ada tambang di sekitar lokasi pemakaman yang menjadi penyebab terjadinya longsor, ini yang perlu kita evaluasi. Tapi kalau itu terjadi secara alami, faktor alam, agak sulit juga apa yang mau kita tindak,” katanya.

“Kalau masih bisa kita antisipasi, tentu akan kita lakukan. Makanya kita dorong pemerintah, minimal pemerintah setempat untuk mengindentifikasi penyebab-penyebab terjadinya longsor itu. Kita minta perhatian pemerintah untuk segera mengantisipasi sebelum memakan korban,” timpalnya.

Untuk itu, Komisi III DPRD Kota Samarinda, lanjut Samri, telah mengundang BPBD Kota Samarinda untuk melakukan hearing mengenai kebencanaan yang terjadi di Samarinda.

“Kita rencana dengan BPBD Kota Samarinda terkait banyak masalah, kejadian bencana alam di kota Samarinda. Itu salah satu agenda pembahasannya, termasuk longsor itu tadi juga akan dibahas,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Koko
Editor : M Jay

Share
Don`t copy text!