MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV, Puji Setyowati menegaskan, bahwa penerapan sekolah inklusi di Kaltim memerlukan perhatian dan keseriusan oleh pihak-pihak terkait untuk mewujudkannya.

“Kalau terkait sekolah inklusi yang akan dibangun 3 sampai 4 tahun ke depan itu lebih baik sekolah inklusi kita perkuat dulu. Penguatan di sarana, prasarana, termasuk penyediaan alat-alat yang dibutuhkan di sekolah. Itu yang perlu kita tekankan,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, lanjut dia, Komisi IV DPRD Kaltim akan melakukan peninjauan langsung ke beberapa sekolah-sekolah inklusi, guna melihat sejauh mana pelaksanaannya serta kendala apa saja yang dihadapi.

“Kami dalam waktu dekat akan melihat sekolah-sekolah inklusi. Apa saja yang dibutuhkan. Jadi pada saat RDP, kami punya bahan dan croscek apa yang diperlukan untuk perkembangan inklusi itu sendiri,” ungkapnya.

Namun demikian, dia meminta hendaknya sekolah tidak memaksakan diri untuk menjadi sekolah inklusi.

“Jangan sampai sekolah inklusi, tetapi sekolahnya masih regular, masih sama jadi tidak ada gunanya. Kalau bangun sekolah-sekolah memang kita ada uang, tidak sampai sebulan atau dua bulan sudah,” pungkasnya. (Hk/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Don`t copy text!