Home » 20 ABK Vietnam Terpapar Varian Delta Bukan Omicron, Pemprov Pantau Pintu Masuk Kaltim

20 ABK Vietnam Terpapar Varian Delta Bukan Omicron, Pemprov Pantau Pintu Masuk Kaltim

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Pasca Presiden Jokowi memberikan keterangan resminya terkait masuknya virus varian Omicron ke Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim berencana melakukan pemantauan di pintu-pintu masuk seluruh wilayah Kaltim.

Langkah ini dilakukan guna meminimalisir masuknya virus varian Omicron tersebut ke “Bumi Etam”. Terlebih saat ini sudah mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

Juru bicara Gubernur Kaltim yang sekaligus Kepala Biro Administrasi dan Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, Pemprov Kaltim masih menunggu arahan dan kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait langkah apa yang akan diambil. Namun begitu, Pemprov Kaltim akan terus melakukan pemantauan di seluruh pintu masuk Kaltim.

“Akan dilakukan pemantauan di pintu masuk Kaltim, terutama dari daerah yang potensi adanya penyebaran virus Omicron, sambil menunggu kebijakan pusat,” ucapnya saat dikonfirmasi mediaborneo.net, tadi malam.

Terpisah, Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, di Kaltim sendiri belum dilaporkan adanya kasus masyarakat yang terpapar virus Omicron.

Sedangkan mengenai hasil pemeriksaan sampel 20 anak buah kapal (ABK) MV. VTO yang dinyatakan positif COVID-19 saat dilakukan pemeriksaan oleh KKP Kelas II Samarinda, menunjukkan hasil bahwa ABK tersebut terpapar virus COVID-19 varian Delta.

“Di Indonesia baru di Jakarta dilaporkan ada varian Omicron. Kaltim belum, termasuk ABK Vietnam, hasilnya varian Delta,” ucapnya saat dihubungi media ini, tadi malam.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat Kaltim untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan. Dikatakannya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, maka dapat lebih efektif mencegah penularan virus.

“Satgas tetap mengimbau, agar masyarakat tetap patuh dan disiplin, lebih ketat dengan Prokes (protokol kesehatan, red) 5M dan segera vaksinansi bagi yang belum. Cara ini paling efektif untuk mencegah penularan. Di samping itu, agar menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri,” tutupnya.

Penulis : Oen
Editor : M Jay

Don`t copy text!