MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Angkasa Jaya Djoerani menanggapi terkait aksi sopir truk yang tetap nekat melintas di Jembatan Mahkota 2, namun akhirnya terpaksa harus memutar balik kendaraannya karena dilarang melintas oleh petugas.

Bahkan, seorang petugas Dishub nyaris terlindas saat akan meminta sopir truk yang nekat melintas untuk memutar arah, lantaran sang sopir justru tancap gas.

Seperti memang diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melarang kendaraan bertonase besar melintas di atas Jembatan Mahkota 2 sejak setahun lebih ini, karena sempat terjadi pergeseran tanah di bawah jembatan, sehingga dinilai membahayakan.

Menurut Angkasa Jaya Djoerani, DPRD Samarinda sudah sejak lama meminta kepada Pemkot Samarinda untuk segera mengambil keputusan mengenai kejelasan lintas bagi kendaraan berat di atas Jembatan Mahkota 2. Namun hingga saat ini kepastian tersebut tidak pernah disampaikan.

“Sebenarnya masalah ini sudah lama. Kita juga sudah minta ke Dishub, kalau jembatan itu sudah layak, ya dibuka saja. Karena sudah ada analisis dari Badan Jembatan Nasional. Dari peristiwa yang dalam hanya satu bulan, tapi kenapa tidak dibuka, ” ujarnya.

Dikatakan Angkasa Jaya Djoerani, sebuah pembangunan infrastruktur oleh pemerintah hendaknya dapat dinikmati oleh seluruh rakyat. Mengingat, kata dia, rakyat adalah wajib pajak.

“Jangan juga terus over thinking, takut nanti ini dan sebagainya. Jadinya kebijakan yang menggantung. Saya tidak juga menyalahkan truk lewat situ, karena ini berkaitan dengan pemutaran ekonomi. Kalau memutar jauh, tapi kalau bisa dilewati, kenapa tidak? Jembatan dibuat untuk lalulintas, ” pungkasnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!