MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sejak beberapa bulan terakhir, nyaris di seluruh kabupaten/kota di Kaltim mengalami kesulitan BBM subsidi.

Banyak spekulasi muncul di masyarakat mengenai penyebab kelangkaan BBM subsidi ini. Mulai dari pengurangan jatah BBM dari Pertamina, penimbunan oleh oknum dan sebagainya.

Anggota DPRD Kaltim Romadhony Putra Pratama meminta kepada Pj Gubernur Kaltim untuk memperhatikan masalah ini. Karena kata dia, jika dibiarkan berlarut-larut, akan menimbulkan keluhan dari masyarakat.

Dia menyebut, akibat sulitnya mendapatkan BBM subsidi, masyarakat harus rela antri panjang di SPBU. Akibatnya, kondisi ini kerap kali menyebabkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan.

“Antrian panjang di SPBU ini sangat crowded di Samarinda, di jalan poros juga. Nah ini harus jadi atensi publik bagi Pak Pj Gubernur,” katanya, Kamis (16/11/2023).

Dikatakannya, antrian panjang di SPBU, terutama pada jenis bahan bakar pertalite, menunjukkan adanya kebutuhan yang tinggi dari masyarakat akan jenis bahan bakar tersebut.

“Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah koordinatif harus segera diambil oleh PJ gubernur karena ini bukan hanya masalah sepele, melainkan berdampak langsung pada kenyamanan dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti urgensi penanganan cepat terutama mengingat lonjakan warga dari luar Kaltim yang diperkirakan akan meningkat seiring dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.

“Diperlukan perhatian agar dapat segera mengatasi situasi ini. Antrean panjang tidak hanya terjadi di pusat kota tetapi juga di beberapa poros jalan” ungkpanya lagi.

Romadhony menambahkan, Situasi ini diatasi dengan cepat, serta Koordinasi yang baik perlu dilakukan agar distribusi bahan bakar dapat berjalan lancar, dan masyarakat tidak terganggu oleh antrian yang panjang. (Hk/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Share
Don`t copy text!