Berau Siapkan Duta Hukum Menuju Tingkat Provinsi

Mediaborneo.net, Berau –   Kabupaten Berau resmi mengirimkan wakil terbaiknya untuk bersaing pada ajang Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026. Tiga sekolah berhasil menjadi juara setelah melewati persaingan ketat dalam seleksi yang digelar Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur di SMAN 1 Berau, Kamis (30/7/2026).

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya sadar hukum sejak usia sekolah. Sebanyak 10 tim dari jenjang SMA, SMK, MA hingga SLB Tuna Daksa menampilkan gagasan inovatif yang menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda, mulai dari judi daring, penyalahgunaan media sosial hingga perundungan.

Koordinator Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Basri Hatimbulan Harahap, yang hadir mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, mengatakan bahwa ajang ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga membentuk pelajar yang mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah.

“Kami ingin para peserta menjadi pelopor kesadaran hukum. Mereka harus mampu mengajak teman-temannya memahami pentingnya menaati aturan dan menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum,” katanya.

Menurut Basri, tantangan yang dihadapi pelajar saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital. Karena itu, pemahaman hukum harus berjalan beriringan dengan perkembangan zaman agar generasi muda tidak mudah terjerumus pada tindakan yang melanggar aturan.

“Literasi hukum menjadi bekal penting bagi pelajar. Ketika mereka memahami hak dan kewajibannya, mereka akan lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menghargai sesama, serta mampu menolak praktik-praktik yang merugikan seperti judi online maupun perundungan,” ujarnya.

Setelah melalui proses penilaian dewan juri, SMAN 4 Berau keluar sebagai Juara I. Tim yang terdiri atas Dierly Febryan Ibrahim dan Assyifa Anugrah Fajriani berhasil memikat juri melalui karya inovatif mengenai penguatan literasi hukum untuk melindungi kesehatan mental pelajar dari dampak judi daring.

Juara II diraih SMAN 6 Berau melalui Satria Herdi Prasetya dan Fitri Nur Rahmadani Suwarno dengan inovasi Law Edu Web, media pembelajaran digital yang mendorong penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara itu, SMKN 1 Berau menempati posisi ketiga berkat gagasan Saaberbull, sebuah program edukasi yang mengajak pelajar berani melawan perundungan sekaligus membangun etika dalam bermedia sosial.

Selain memperoleh piagam penghargaan dan plakat, para juara juga menerima uang pembinaan. Juara I mendapatkan Rp4,5 juta, Juara II Rp3,5 juta, sedangkan Juara III memperoleh Rp2,5 juta.

Basri optimistis para juara mampu membawa nama baik Kabupaten Berau pada kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Ia berharap inovasi yang telah dibuat tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diterapkan di lingkungan sekolah.

“Jadikan karya yang telah disusun sebagai gerakan nyata. Kami ingin sekolah menjadi tempat yang aman, tertib, dan memiliki budaya hukum yang kuat sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat,” tuturnya.

Dia menambahkan, pembentukan karakter pelajar tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk keluarga, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

“Jika kesadaran hukum sudah tertanam sejak bangku sekolah, maka kita sedang mempersiapkan generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Itulah tujuan utama dari kegiatan ini,” pungkas Basri. (Sho/M Jay)

Share