MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Kota Samarinda termasuk daerah yang rawan kebakaran. Bahkan dari musibah kebakaran ini tidak hanya menyebabkan timbulnya kerugian materil, tapi juga jatuhnya korban jiwa.

Data yang dikumpulkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, telah terjadi 49 kejadian selama periode Januari hingga 12 April.

Dalam menghadapi situasi ini, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan proaktif dalam upaya mencegah kebakaran.

Celni menyatakan bahwa sebagian besar kebakaran disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap faktor pemicu kebakaran.

“Sosialisasi kepada masyarakat belum merata, dan kesadaran akan penyebab kebakaran masih rendah, meskipun faktor non-teknis juga ikut berperan,” ujarnya belum lama ini.

Untuk mengatasi masalah ini, politisi dari Partai NasDem ini berencana untuk meningkatkan upaya sosialisasi dengan melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran dan memasang poster tentang pencegahan kebakaran.

“Kami akan melakukan sosialisasi lebih lanjut dan mengunjungi lokasi kebakaran untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan. Kami juga berharap setiap kelurahan memiliki tim pencegah kebakaran,” katanya.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan respons cepat dalam penanganan potensi kebakaran dan mengurangi kerugian yang ditimbulkan.

Dengan adanya langkah-langkah tersebut, Celni berharap dapat menurunkan angka kebakaran di Kota Samarinda dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran di kalangan masyarakat. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!