MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda H Deni Hakim Anwar melaksanakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (Reses), masa sidang I tahun 2023, di Jalan Otto Iskandardinata eks Tenggiri Gang Budiman RT 23, Samarinda Ilir, Jumat (27/1/2023).

Kegiatan Reses menghadirkan Wakil PAC Gerindra Samarinda Ilir Nasir Kamaruddin, Ketua RT 19 Jalan Tenggiri Mustafa, Ketua RT 23 Jalan Tenggiri Supardin dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan dan warga.

Berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari lahan pemakaman, biaya pemakaman, bangunan gedung SD 009 yang kerap banjir, longsor hingga tanah Pemkot yang akan ditukar guling menjadi jalan.

“Tanah Pemkot yang ada di daerah kami sudah lama diperjuangkan untuk bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami tidak setuju tanah ditukar guling untuk jalan, tapi kami setuju untuk dibangun sekolah SMA, ” ujar Ketua RT 23 Jalan Tenggiri Supardin.

“Harapan kami dan sudah lama kami perjuangkan untuk lahan pemakaman di wilayah kami,” kata Ketua RT 13 Jalan Tenggiri Taufik.

“Untuk lahan pemakaman di Jalan Pelita itu milik Pemkot tapi mengapa ada pungutan?, ” sambung Taufik.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Deni Hakim mengatakan, terkait lahan pemakaman yang diharapkan warga, dia meminta agar lahan tersebut benar-benar dipastikan telah dihibahkan dan disetujui oleh seluruh ahli waris untuk menghindari terjadinya masalah di masa depan.

“Soal pemakaman status lahan harus jelas dulu, kalau ada legalitasnya, maka kami akan upayakan. Karena terkait lahan ini kita harus berhati-hati, harus ada hibah dan dipastikan telah diserahkan oleh seluruh ahli waris, ” katanya.

“Pemakaman di Jalan Pelita memang lahan Pemkot. Ini nantinya akan dijelaskan mengenai aturan retribusi dan sebagainya. InsyaAllah tahun ini kami merumuskan aturan Perda tentang pemakaman, ” sambungnya.

Terkait dengan gedung sekolah SD 009 yang kerap kebanjiran ketika musim hujan, Deni memastikan dirinya akan segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Samarinda untuk melakukan sidak.

“Nanti, Senin besok kami akan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan meninjau lapangan. Ini akan menjadi catatan khusus agar segera dibantu, ” katanya.

Terkait dengan beberapa wilayah warga yang berada di lokasi rawan longsor, diakui Politisi dari partai Gerindra ini, setiap tahun APBD Samarinda telah ada menganggarkan penanganan bencana melalui anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT).

“Samarinda memang mayoritas berada di lokasi rawan, tapi Pemkot sudah melakukan upaya-upaya penanggulangan dengan BTT. Nantinya kami juga akan berkoordinasi dengan provinsi terkait ini, ” imbuhnya. (Adv/Koko)

Don`t copy text!