MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sempat viral di tahun 80-an, permainan lato-lato kembali muncul dan banyak digandrungi masyarakat, tidak hanya anak-anak, tetapi juga dewasa.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar  mengatakan, permainan tradisional sangat bagus untuk dimainkan, guna melestarikannya menjadi salah satu khas kekayaan permainan yang ada di Indonesia. Diantaranya adalah permainan lato-lato.

Namun begitu, kata dia, perlu pengaturan dan penempatan waktu untuk memainkan lato-lato, agar tidak membuat keresahan di lingkungan masyarakat.

“Bagaimanapun permainan tradisional itu sangat bagus. Artinya kita melestarikan permainan tersebut. Namun permainan ini tidak baik ketika tidak sesuai dengan tempatnya dan tidak sesuai waktunya. Misalnya, saat berada di dalam masjid bermain lato-lato, maka ini tidak sesuai tempatnya karena akan mengganggu orang beribadah dan sebagainya, ” terangnya.

“Selain itu, permainan lato-lato harus diatur waktunya, karena ketika dilakukan tengah malam, maka akan mengganggu orang yang sedang istirahat, ” katanya.

Deni menilai, permainan lato-lato sendiri sebenarnya baik dilakukan untuk hiburan.

“Permainan ini bagus dan baik untuk refreshing dan banyak anak-anak sekarang menyukai lato-lato, ” katanya.

Dengan bermain lato-lato, lanjut dia, anak-anak akan memiliki tantangan untuk dapat memantulkan dua benda bulat secara bersama yang kemudian menghasilkan sebuah bunyi hingga irama.

“Karena tidak semua orang bisa bermain lato-lato, ” ujarnya.

Terkait beberapa kejadian yang hingga membuat cidera pemain lato-lato, Deni meminta kepada orangtua untuk mengawasi anak-anaknya ketika memainkan permainan tersebut.

“Lato-lato ini juga kadang bisa menimbulkan petaka, karena ketika tidak hati-hati, maka bisa mengenai dirinya, sehingga diperlukan pengawasan orangtua, ” tutupnya. (Adv/Koko)

Don`t copy text!