MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Calon jamaah umroh dan haji asal Kalimantan Timur (Kaltim) kembali harus bersabar. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan untuk kembali menunda penerimaan jamaah umroh dan haji dari luar karena merebaknya virus COVID-19 varian Omicron.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi tersebut merupakan ketentuan yang harus diikuti oleh seluruh negara. Itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penularan virus Omicron yang semakin meluas di antara jamaah.

“Kebijakan pemerintah Saudi ya kita ikuti, sabar. Tapi Insyaallah ini kelihatannya tidak sedasyat varian delta. Mudah-mudahan nanti ada keputusan yang terbaik,” ucapnya, pada awak media usai mengikuti upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-76, Senin (3/1/2022).

Dikatakan mantan Legislator Senayan ini, beberapa hal bisa menyebabkan tertundanya pelaksanaan jamaah haji ataupun umroh. Diantaranya dengan merebaknya virus yang dianggap membahayakan keselamatan umat.

“Pada jamaah agar bersabar, karena ini takdir. Bagaimanapun jangankan ada COVID, ada COVID juga sangat mungkin undangan Allah bisa tertunda. Kita kembalikan pada takdir Allah, bukan kehendak kita dan kita harus legowo,” pesannya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Masrawan memastikan, pihaknya akan mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kalau terkait masalah jamaah umroh dan haji, kita ikuti pemerintah saja. Saya berharap masyarakat Kaltim juga mengikuti peraturan pemerintah. Ini kan instruksinya bersifat umum, jadi kita tunggu dari pusat,” katanya di temui media ini di kantornya, Senin (3/12/2022).

Dirinya pun memastikan tidak akan mengirimkan jamaah umroh maupun jamaah haji sebelum diperbolehkan oleh pemerintah pusat. Namun demikian, dirinya tetap berharap tahun 2022 ini akan ada pemberangkatan calon jamaah umroh dan haji kembali oleh pemerintah Arab Saudi.

“Untuk pengiriman jamaah belum ada, tapi kita berdoa saja tahun ini kita berangkat,” katanya.

Ditanyakan mengenai daftar tunggu calon jamaah haji di Kaltim, Masrawan menyebut antrian jamaah dari tahun ke tahun akan terus bertambah dengan interval waktu pemberangkatan yang semakin panjang. Terlebih kata dia, sejak dua tahun terakhir belum ada calon jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan.

“Daftar tunggu kita tidak bisa dihitung lagi, karena dua tahun ini tidak ada pemberangkatan. Artinya jamaah kita semakin banyak. Kalaupun memang ada pemberangkatan, yang akan diberangkatkan nanti tentu calon jamaah haji yang pertama kemarin di tahun 2019. Jadi kita sabar saja menunggu,” pesannya.

Penulis : Oen
Editor : M Jay

Don`t copy text!