Ini Kata Subandi Soal Aset Varian Niaga

MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA– Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Subandi mengatakan, penyertaan modal utama pada Perumdam Varian Niaga berasal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

“Dulunya kan Perusda, sekarang menjadi Perumdam. Nah sebagai perusahaan milik daerah, tentunya penyertaan modal utamanya berasal dari Pemkot Samarinda, yang dalam hal ini juga sebagai pemilik saham terbesar, bahkan tunggal. Hanya saja, sistem pengelolaannya karena umum, maka lebih ke profesionalismenya,” terangnya pada awak media baru-baru ini.

Dikatakannya, aset yang dimiliki Perumdam Varian Niaga secara tertulis nilanya di angka Rp 7 miliar, hanya saja aset tersebut berupa aset tidak bergerak. “Sebagian besar aset ini berupa tanah. Kalau tanah, saya tahu sebagian dimana saja, seperti dekat Sambutan, yang kalau dinilai angkanya sekarang sekitar mencapai Rp 20 sampai 30 miliar, tapi itukan aset tidak bergerak,” terangnya.

Diakuinya, pihaknya kerap mendapatkan banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai penyertaan modal kepada Perumdam Varian Niaga, karena hingga saat ini kinerjanya dinilai masih belum memberikan hasil yang jelas bagi kas daerah.

“Kami dan teman-teman kita rugi membiayai Perumdam ini, kan bahasanya seperti itu ya. Artinya, tidak memberikan kontribusi PAD, ini yang di pertanyakan, sedangkan asetnya banyak. Selain itu, modal yang sudah digelontorkan banyak, bahkan berganti direksi, direktur gonta-ganti tidak juga memberikan PAD, bahkan membebani,” ujarnya.

Namun menurut Subandi, hasil dari laporan yang disampaikan oleh pihak Varian Niaga kepada DPRD Kota Samarinda, bahwa perusahaan tersebut mampu mencicil hutang hingga Rp 1,8 miliar.

“Kalau kita lihat laporan mereka, dalam waktu 8 bulan mereka sudah bisa mencicil Rp 1,5 milyar hutang,” katanya.

Dia melanjutkan, dari kegiatan usahanya, Varian Niaga ternyata juga sudah mampu menghasilkan laba bersih perusahaan sebesar Rp 500 juta.

“Laporan kemarin di 8 bulan, bahwa di triwulan pertama kalau tidak salah mereka sudah memberikan laba bersih sekitar Rp 480 sampai 500 juta, itu laba berjalana. Harapanya nanti tentu agar mereka bisa memberikan kontribusi PAD kita juga,” harapnya. (ADV/Koko/M Jay)

Share