MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Musim penghujan mulai tiba dan sejak beberapa hari terakhir sebagian wilayah di Kota Samarinda terendam banjir. Salah satunya di sekitaran Jalan Juanda.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Angkasa Jaya Djoerani menjelaskan, berdasarkan amatan pihaknya saat melakukan sidak drainase di sekitar lokasi bawah flyover Jalan Juanda, dari sisi perencanaan sudah bagus. Namun ada teknis pembuatan jalur yang dinilai masih kurang tepat. Yakni, drainase dibuat berbelok, hingga menyebabkan ketika ada air tidak bisa cepat mengalir, justru air menjadi tergenang.

“Saya lihat dari sisi perencanaan di sana sudah bagus, yang di depan UMKT. Cuma dia belok, patah di depan Indomaret Juanda. Ini yang membuat aliran tersendat, ” bebernya.

Menurut Angkasa, disaat kondisi tidak turun hujan, genangan air dipastikan tetap ada di dalam drainase, karena buangan yang tidak lancar. Itu yang menyebabkan terjadinya banjir di Jalan Juanda, khususnya di sekitar bawah flyover.

“Tidak hujan saja air penuh. Jadi, kami mencoba menganalisa bahwa perencanaan tidak terkoneksi dengan baik,” katanya.

Persoalan lainnya yang menjadi penyebab banjir, lanjut Angkasa, karena perencanaan pembangunan drainase di kawasan tersebut dilakukan per tahun, sehingga akan selalu ada perubahan ketika pengerjaan.

Berbeda ketika perencanaan pembangunan drainase di lakukan 5 tahunan sekali, maka perencanaan akan terkoneksi dengan baik.

“Kalau kita rencanakan secara sederhana 5 tahun, itu dari bawah flyover sampai sebelum SPBU, maka itu semua nyambung dibangun, makanya tidak patah-patah seperti ini. Sedang ini kan direncanakan per tahun. Nah ini yang kita lihat yang menjadi salah satu faktor kenapa aliran sungai tidak mengalir dengan lancar. Di depan Indomaret mengalir, tapi patah di bawah flyover dan ukurannya (drainase,red) juga mengecil, ” pungkasnya. (Adv/Koko/Oen)

Don`t copy text!