MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Ekti Emanuel mengatakan, kesehatan menjadi hal utama dari kehidupan, sehingga pemenuhan dokter menjadi bagian kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

Namun begitu, diakuinya, di Kaltim sendiri masih banyak kekurangan tenaga medis dan dokter, baik di rumah sakit maupun puskesmas. Kondisi ini, kata Ekti juga terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu.

Ekti Imanuel yang merupakan Anggota DPRD Kaltim Dapil Mahakam Ulu dan Kutai Barat ini mengungkapkan bahwa, di beberapa puskesmas yang ada di wilayah tersebut hanya memiliki satu orang dokter.

“Dapat dibayangkan satu orang dokter melayani berapa banyak pasien,” sebutnya.

Menurutnya, idealnya pada satu puskesmas minimal terdiri dari dua dokter umum, satu dokter gigi, perawat, bidan, dan lainnya. Sebagai pelayanan kesehatan kepada masyarakat puskesmas harusnya diberikan pemenuhan standar tenaga medis dan dokter di seluruh daerah.

“Banyak persoalan kesehatan pasien dapat ditangani dengan baik tingkat puskesmas. Kecuali pasien yang memang membutuhkan penanganan lebih, baru kemudian dirujuk di rumah sakit,” katanya.

Tidak hanya puskesmas, lanjut dia, rumah sakit yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu juga mengalami kekurangan dokter spesialis. Padahal, keberadaannya sangat diperlukan.
Ekti menyebut, data dan informasi dari Dinas Kesehatan Mahakam Ulu, jumlah dokter spesialis di wilayah itu hanya berjumlah tiga orang.

Kondisi ini, menurut Ekti, tidak akan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Mau tidak mau pasien yang tak mampu ditangani, dirujuk ke rumah sakit lain, padahal jarak ke rumah sakit lain jauh sekali, kasihan pasien,” katanya.

“Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dan Kabupaten Mahulu diminta melakukannya koordinasi dan sinkronisasi jumlah dokter untuk kemudian dicarikan solusi bersama termasuk meminta dukungan dari pemerintah pusat,” imbuhnya. (Hk/M. Jay/Adv/DPRD Kaltim)

Don`t copy text!