MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Sejak tiga bulan terakhir, suspek campak di Kaltim mencapai 95 kasus. Kondisi ini menjadi kekhawatiran banyak pihak, khususnya orangtua.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kaltim, hingga minggu kedua di bulan Januari 2023 berjumlah sebanyak 95 suspek. Ditemukan di Berau 2 kasus suspek, Kutai Kartanegara 16 kasus suspek, Kutai Timur 20 kasus suspek, Paser 8 kasus suspek, Penajam Paser Utara 1 kasus suspek, Balikpapan 6 kasus suspek, Bontang 1 kasus suspek, Samarinda 40 kasus suspek dan Mahakam Ulu 1 kasus suspek

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub mengaku heran dengan peningkatan kasus suspek campak di Kaltim. Karena kata dia, Dinas Kesehatan Kaltim telah menyampaikan bahwa cakupan imunisasi campak di Kaltim sudah mencapai 80 persen.

“Mengejutkan kita semua, kenapa bisa terjadi, sementara data imunisasi campak di Kaltim termasuk tinggi, 80 persen lebih. Kalau dilihat kasat mata, ini terbalik. Di satu sisi capaian imunisasi campak kita tinggu, tapi justru ada kasus ini,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Rusman Ya’qub meminta kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan penelusuran di lapangan, dengan melibatkan pihak terkait.

“Harus ditelusuri dengan seksama oleh Dinkes, apa masalahnya, faktornya apa, apakah saat pendataan sudah sesuai dan kongkrit, karena pendataan kita itu bisa jadi penyebab naiknya kasus campak,” katanya.

Dia menduga, selain adanya kesalahan dalam pendataan, tingginya tingkat migrasi ke Kaltim berpotensi ikut naiknya kasus campak.

“Bisa juga karena migrasi penduduk, yang tadinya belum terimunisasi di kampungnya, lalu bergeser ke Kaltim, akhirnya menyebabkan peningkatan kasus. Itu dugaan saya saja,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Kaltim, lanjut Rusman Ya’qub juga telah menjadwalkan untuk melakukan tinjauan ke lapangan, khususnya daerah-daerah yang mengalami peningkatan kasus suspek campak.

“Kita akan susun agendanya, untuk melihat langsung di lapangan seperti apa,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin dalam konfrensi pers yang dilaksanakan di Aula Diskominfo Kaltim memastikan pelaksanaan vaksinasi campak di sejumlah wilayah sudah terlaksana dengan baik, khususnya bagi para balita.

“Cakupan vaksinasi campak di Kaltim sudah di atas 80 persen,” sebutnya. (Adv/Koko/M Jay)

Don`t copy text!