MEDIABORNEO.NET, KUKAR – Pemerintah Kecamatan Tenggarong menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program kegiatan Padat Karya oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distranaker) Kutai Kartanegara di Kelurahan Maluhu.

Kegiatan Padat Karya di mulai dengan dua program kegiatan, yakni pengembangan budidaya ternak kambing di 18 dan normalisasi parit di RT 17 dan 18 Kelurahan Maluhu.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Tenggarong mengapresiasi kegiatan sangat penting ini. Salah satu tujuan dilaksanakan kegiatan salah satunya adalah untuk menanggulangi inflasi, memperluas kesempatan kerja, mengurangi pengangguran, dan menekan angka kemiskinan,” kata Syukur Eko Budi Santoso selaku Sekretaris Camat Tenggarong.

Melalui program Padat Karya tersebut, lanjut Eko, diharapkan ke depan masyarakat yang tergabung dalam kelompok ternak di Kelurahan Maluhu khususnya di RT 18 itu bisa mandiri, asalkan dikelola dengan sungguh sungguh.

“Program padat karya pada sektor ekonomi produktif yaitu pengembangan ternak kambing, yang diharapkan nantinya kelompok ternak itu bisa mandiri. Saya kira untuk di Tenggarong ini pasar kambing masih bagus,” ujar Eko.

Sementara untuk kegiatan normalisasi parit, menurut Eko, sebagai langkah untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.

“Saya berharap ke depan Kelurahan Maluhu ini mengusulkan potensi potensi atau aspirasi lainnya pada program padat karya ke Distranaker Kukar, karena memang prosedur pengusulan program ini dari bawah, kemudian diverifikasi oleh pihak dinas dan direalisasikan sepanjang ada ketersediaan anggarannya,” papar Eko.

Sementara itu Ketua RT 17 Kelurahan Maluhu Samsu Haryanto menyampaikan, terimakasih atas terealisasinya kegiatan Padat Karya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kukar.

“Usulan kami untuk kegiatan normalisasi parit disetujui dan direalisasi pada anggaran perubahan 2023 ini. Pengajuan program normalisasi parit memang jadi skala prioritas karena kondisi parit di wilayah kami kecil, sehingga kalau musim hujan potensi banjir dan menggenangi sejumlah rumah warga kami,” katanya.

Setelah kegiatan ini selesai, maka tahun depan (2024) akan mengusulkan kegiatan program pengembangan peternakan atau perikanan.

”Kita nanti akan mengusulkan untuk pengembangan budidaya sektor perikanan,” tandasnya.

Untuk diketahui bahwa program padat karya dengan dua kegiatan tersebut dikerjakan atau dikelola oleh pihak warga yang tergabung kelompok, untuk pengembangan ternak dilaksanakan oleh Kelompok Ternak Rojo Koyo Kelurahan Maluhu dengan keanggotaan 22 orang. Program pengembangan ternak kambing berupa bantuan pembuatan kandang serta bibit kambing sebanyak 20 ekor dengan rincian 15 betina dan 5 kambing jantan.

Sementara untuk kegiatan normalisasi parit dikerjakan oleh warga setempat dengan jumlah 22 orang, yang para pekerja diberikan upah harian sebesar Rp150 ribu per orang, dan pengerjaan dilakukan selama 10 hari, sejak 27 Oktober sampai 5 November 2023. (Aan/M.Jay/Adv/Diskominfo Kukar)

Share
Don`t copy text!