MEDIABORNEO.NET, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sani Bin Husain menyoroti sekolah-sekolah di Samarinda yang berada di lokasi rawan bencana, seperti banjir dan longsor.

Dia menyebut, salah satu sekolah rawan bencana tersebut berada di kawasan Bukit Pinang.

“Kalau kita melihat di sana ada sekolah yang sudah ditulisi rawan bencana tanah longsor. Tak hanya itu saja, beberapa sekolah SMP kita yang sering kebanjiran, tentu ini sangat memprihatinkan kita, ” katanya.

Dikatakannya, sekolah-sekolah yang berada di lokasi rawan bencana akan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak nyaman. Karena ada kekhawatiran datangnya musibah, baik itu longsor maupun banjir yang tidak diketahui kapan terjadinya. Selain itu, dikhawatirkan juga akan membahayakan keselamatan siswa dan guru serta staf sekolah.

“Itu harus dipikirkan bagaimana penanganannya untuk di masa yang akan datang, ” ujarnya.

Dia juga mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memberikan perhatian lebih terkait dengan pembangunan infrastruktur sekolah, agar tidak ada lagi sekolah yang dibangun di lokasi rawan bencana.

“Sekolah-sekolah yang ada harus diperbaiki, harus layak untuk anak dan harus aman dari bencana, ” katanya.

Komisi IV DPRD Kota Samarinda, lanjutnya terus akan mendorong agar tahun 2024 mendatang Samarinda memiliki sekolah siaga bencana.

“Tahun depan kita akan buat sekolah siaga bencana, ” ujarnya.

“Sekolah merupakan tempat yang aman kedua setelah rumah. Kalau sekolah terancam, mereka tidak bisa belajar dengan tenang, ” imbuhnya. (Adv/Koko)

Don`t copy text!